Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 13 Desember 2011

penyakit ternak: TRICHONIASIS

Nama lain: Bovine trichomoniasis
                bovine Genital trichomoniasis
Bovine trichomonias abortus
Salah satu diantara penyakit kelamin yang menciri dengan menurunnya daya reproduksi (infertility), rahim berdarah (pyometra) dan kekurangan pada tingkat kebuntingan yang masih sangat muda.
Penyebab: protozoa berflagel yang disebut trichomonias Foetus
-hewan yang renta à sapi jantan dan sapi betina ( yang tertular melalui sapi etina), kelinci, marmot.
Cara penularan:
·         Melalui perkawainan
·         Melalui inseminasi buaran
Gejala:
·         Sukar ditentukan karena kurangjelas dan tidak spesifik
·         Hampir 40% sapi yang terserang penyakit ini menunjukkan siklus birahi yang tidak teratur
·         Keguguran terjadi antara 1-16 minggu masa kandungan
·         Diantara 10% sapi yang terjangkit ditemukan adanya radang rahimn(pyometra). Sapi betina yang menderita pyometra jarang birahi.
·         Pada sapi jantan, penyakit ini bersifat menahan tanpa memperlihatkan gejala klinis yang jelas
·         Selaput lender preputium membengkak disertai sekresi muscopurulen dari alat kelamin.
·         Peradangan pada scrotum dan penisnya
·         Pembuluh limpa dan folikel membengkak serta membentuk nodulin berwaran merah
·         Sekali hewan / sapi jantan ini terinfeksi, maka seumur hidup sapi tersebut mengandung parasit.
Pencegahan:
Untuk pencehahan penularan trichomonosiasis ke suatau daerah perlu diambil tindakan pencegahan seperti:
1.       Mengetahui asal usul dan fertilitas sapi yang akan dimasukkan
2.       Memeriksa terlebih dahulu sapi jantan ataupun betina yang akan dibeli
3.       Jangan mengawinkan sapi jantan yang baru dibeli dengan sa[I betina yang ada, sebaiknya perkawinan dengan IB.
4.       Bila sapi jantan sakit, jangan dikawinkan untuk semwentara sekurang-kurangnya 90 hari
5.       Bila sapi jantan sakit , sebaiknya diotong saja
Pengobatan :
·         Paa sapi yang mengalami abortus, pertama2 harus dilakukan pembersihan sisa-sisa plasenta
·         Kemudian dilakukan irigasi dengan lugol 1% atau ½% tripoflavin atau 1-3 larutan chlor
·         Setelah bersih dimasukkan bubuk sulfanilamide ke dalam uterus, karena memungkinkan terjadi luka
·         Berikan juga suntikan antibiotika untuk mencegah infeksi sekunder

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut