Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 13 Desember 2011

penyakit ternak: DIPHTERIA AVIUM

Nama lain: Fowel fox
                Yurkey fox
                Conary fox
                Pigeon fox
                Avian diphtheria
                Cacar unggas
Penyakit menular yang akut pada unggas
-Penyebab: virus yang disebut Borrelia avium atau borel bodies.
-Bangsa2 unggas yang peka terhadap penyakit ini ayam, kalkun, burung dara, itik, angsa, ayam mutiara, burung kuao.
Gejala:
·         Jejas2 keputih2an pada paruh, sinus pharynk à bila dikupas keluar darah
·         Jejas2 pada pial, jengger dan kaki
·         Paruh penuh lender, kadang cairan tersebut keluar dari mata dan hidung (karena iritasi) nafas terganggu.
·         Nafsu makan berkurang (karena pada sekitar mata terlalu banyak bintil-bintil sehingga menutup mata)
·         Malas berkokok suara tidak nyaring
·         Mula2  jejas berbentuk bintil kecil warna merah, membesar warna kekuningan, kemudian merah hitam, selanjutnya lapisan luar tertutup selaput keputih-putian.
Penyebaran:
·         Kontak langsung dengan ayam yang berpenyakit cacar
·         Melalui makan dan minum dan peralatan kandang yang tercemar virus cacar unggas
·         Melalui hewan lain seperti nyamuk, lalat, itik, angsa, kalkun, merpati, dan burung lainnya.
Pencegahan:
·         Sanitasi, kebersihan kandang dan tata laksana perkandangan harus baik.
·         Semprot kandang dengan disenfektan 2 minggu sekali (kalau perlu perlu seminggu 2x bila terjadi wabah)
·         Makanan yang diberikan harus bergizi baik (cukup protein, mineral, vitamin) dan jumlah yang cukup.
·         Program vaksin cacar unggas dilakukan dengan baik.
Penanganan: jika sudah muncul bintil-bintil à dikelupas kemudian di tetesi dengan Methlene blue pada bekas yang terkelupas
Pencegahan: dengan vaksinasi à ditusuk/digores pada bagian bawah sayap yang kelihatan kulitnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut