Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 14 Februari 2012

ulang tahun ke-17 dan doa yang terkabul

Ulangtahun ke-17
Kenalkan aku Ali, teman kampus lebih sering memanggil El (plesetan dari ucapan Inggris Al). kejadian ini terjadi tepat 5 tahun silam saat masih duduk di bangku SMA.
Waktu itu sedang diadakan kegiatan penerimaan anggota baru, kegiatan diadakan dua hari satu malam di dalam sekolah. Di sekolahku setiap har sabtu hanya masuk sampai jam 9, setelah itu ada kegitan ektrakulikuler. Jadi setelah pulang sekolah kami melaksanakan kegitan tersebut diteruskan hingga malam dan esok harinya (menginap di sekolahan).
Memang saat itu bertepatan dengan hari kelahiranku. Seperti tahun-tahun yang lalu yang sering kujalani hari ulang tahunku tak ku anggap sepesial. Tak ada yang sepesial di keluargaku pada hari ulangtahun. Dan aku memang tak pernah menaggapi dengan serius dengan hari ulangtahunku ke-17.
Aku saat itu tak tahu kalu teman-temanku membuat sebuh kejutan untukku. Aku orang yang jarang serius, senang bercanda dan selalu terlihat tenang  dan seharian itu waktu kegiatan itu aku jadi serba salah karna aku memang selalu disalahkan dalam kegiatan saat itu. Tapi aku mengganggapnya enteng, tak menanggapi serius akan kemarahan teman-temanku semuanya.
Malam hari puncak mereka mengerjaiku. Mereka benar-benar berusaha mengerjaiku, tapi entahlah…. Seolah-olah aku melihatnya mereka marah tak jelas alias nglantur, padahal aku tak tahu kalu mereka mengerjaiku dan berusaha membuatku merasa bersalah dan marah. Lalu akau di tarik oleh kakak pendamping kegiatan ke belakang sekolah. Disana aku dimarahi sendiri, diomeli macam-macam yang menurutku sangatlah tidak bermutu.
Kuakui di saat aku di bawa kebelakang sekolah dan dimarahi habis-habisan kemarahanku mulai sedikit bergejolak (sebenarnya aku bersifat penenang, yang tak mudah tersulut emosi). Dalam omelan kakak pendamping itu aku masih berpikir jernih, kujawab semua pertanyaannya, ku bantah semua dugaannya dan kutunjukkan bukti-bukti yang memberatkanku. Dalam pikiran tenag itu aku sempat berpikir jika orang it uterus memarahiku tanpa alas an yang jelas selama 30 menit akan ku lempar batu ke kepalanya.
Benar, aku sempat melirik kanan kiri memilih batu yang besar dan cukup kuat untuk aku lempar ke kepalanya. Memang aku masih bisa berpikir tenang, tetapi jika aku ditekan begitu terus padahal agrumennya yang dibicarakan padaku salah kaprah maka aku siap membela diri. Ya karna melalui omongan selalu dibantah ya salah satunya harus menggunakan kekerasan. Maaf ya mas….
Tapi untungnya sebelum niat itu aku lalukan tiba-tiba teman-temanku datang dari balik gang laboratorium dengan membawa lilin dan membawa sebuah untaian bungan dan daun-daun kering sambil mengucapkan “slamat ulang tahun…” “happy birthday…” wawww….. yang jelas aku kaget juga. Dalam keluargaku tak pernah merayakan ulang tahun. Hari ulangtahun itu kuanggap seperti hari-hari bbiasanya, tak ada sepesial. Ya mungkin satu dua yang kasih selamat padaku dan mereka yang mengucapkan selamat kebanyakan malah temanteman jauhku alias bukan teman dekat.
Memang aku jarang member tahu ulang tahunku pada teman-temanku, di jejaring social pun tak ku tulis tanggal ulang tahunku dengan benar hantya bulannya saja yang kutulis benar. Sedikit kuselewangkan tanggalnya menjadi 29 februari dan tahunnya di tauakan menjadi 88.
Sambil membawa lilin dan menaruh untaian bunga dan daun kering sehingga membuatku sangat jelek mereka tertwa-tawa puas telah mengerjaiku. Yang ada di sana hanya panitiia saja sedangkan peserta sudah terlelap tidur. Lalu mereka menyuruhku meniup lilin-lilin yang mereka bawa yang banyak jumlahnya yang sebenarnya untuk renungan malam pada pagi harinya. Lalu kutiup satu persatu lilin-lilin itu hingga padam.
Ketika lilin terahir akan kutiup seorang temanku menyuruhku untuk berdoa. Memang tak ada tradisi tiup lilin di ulang tahunku sebelumnya jadi aku tak tahu kalau sebelum tiup lilin harus berdoa terlebih dahulu. Setelah kupikir-pikir aku berdoa untuk keselamatan orang tuaku, kesuksesanku dan yang terahir entah kenapa aku berdoa agar bisa melihat hantu/setan. Mungkin doa terahir tersebut akibat selam seminggu itu aku sering mendengar cerita dari orang-orang yang sebelumnya telah melihat setan. Jadi mengakibatkan aku penasaran apakah benar setan itu ada. Aku bukan orang yang percaya akan mahluk gaib, setan atau yang lainnya. Orang tuaku bilang kalu mereka memang ada tapi tak seharusnya mempercayainya, walaupun bapak, ibu dan kakakku pernah melihatnya.
Singkat cerita malam jam 2 malam kami mulai membangunkan peserta untuk renungan malam. Peserta kami bawa ke mushola sekolah. Disana akan diadakan sholat malam berjamaah. Musola kami berada di bangunan paling timur. Diantara samping kelas X-4 dan X-5. Dan di timurnya adalah lapangan basket.
Memang sebelumnya pernah ada kabar kalau di lapangan basket yang se garis dengan lapangan-lapangan lain (voli, tolak peluru, lompat jauh dll) dan berujung dengan aula sekolah tersebut ada tempat yang paling besar tekanan rohnya (kata temanku dari SMA lain yang bisa merassakan hawa mahluk seperti iu). Tapi aku tak takut, karna dulu aku dan teman-teman pada saat pentas seni kami berkumpul di kelas X-5 yang tepat di samping lapangan basket (dulu aku duduk di kelas X-5 pada saatkejadian sudah duduk di bangku XI IPA).
Karna aku tak percaya akan adanya hantu dan sejenisnya, aku dan dua temanku (cowok) aku ajak ke jalan-jalan ke X-6 yang berada paling belakang (selatan) di sekolah. Karna menurut cerita di sekitar pohon pisang yang di ada di sepanjang selatan lapangan sering terjadi ada rasa aneh saat di kesana. Jadi aku dan teman-temanku yang tak mengikuti sholat malam karena dapat tugas jaga keamanan jalan-jalan ke belakang sekolah.
Memang di sekolahku banyak pohon mulai dari pisang, sampai pohon jati dan mangga. Saat masih berjalan di koridor X-5, aku melhat seperti ada orang di samping pohon pisang yang berasa di samping kelas X-6. Saat itu aku berpikir kalau itu orang pencari rumput. Maklum kalau musim hujan banyak rumput yang tumbuh tinggi di lahan-lahan yang tak di kasih lantai semenrumputnya pun tinggi-tinggi, mungkin kalau orang yang pertama kali masuk sekolah kami akan bilang “ini sekolah apa sawah??”  (seperti aku saat masuk sekolahan ini) habisnya lapangan semua lapangan keculai lapangan basket dan lapangan upacara tidak di pafing atau di semen.  Selain itu pada saat sholat ishak jam 10 malam aku memang bertemu dengan pencari rumput yang masuk ke sekolahan dan juga aku dan teman-temanku berbincang banyak dengan bapak tersebut jadi aku masih berpikir kalau itu adalah pencari rumput.
Kuliah orang tersebut berdiri menghadap timur, sikapnya seolah-olah sedang sholat tetapi menghadap timur. Pakaiannya putih halus (tidak kusut) dan rapi. Aku tak begitu melihat wajahnya karna sedikit terkena bayangan daun pisang. Tapi aku dapat melihat dengan jelas lekukan hidung dan mulutnya. Kepalanya sedikit menunduk persis seperti orang sholat.
Hingga mendekati koridor kelas X-6  hatiku tak enak. Seolah-olah jantungku bisa bicara, seolah-olah jantungku berdetak dan berkata “yang kau lihat itu bukan manusia!!!”. Tapi pikiranku masih berkata kalu itu manusia. Selangkah kemudian jantungku berdetak dengan cepat dan dia seolah-olah berkata lagi kalu yang kulihat itu bukan manusia. Dua tiga langkah kemudian  terikan jantungkun seolah-olah makin keras dan aku tak tau harus berkata apa. Yang jelas perasaan yang tadinya tenang menjadi mencekam dan takut. Tapi otakku masih berpikir kalu itu manusia bukan hantu/ setan. Sumpah… dalam pikiranku yang kulihat itu tetap manusia hanya hatiku saja yang bilang itu adalah setan.
Otakku pun berjalan dan mendapatkan ide untuk mengetahu yang sebenarnya apakah yang kulihat itu setan atu manusia.  Aku yang berjalan di sebelah kiri lalu berpndah ke tenga kedua temanku. Kuhentika mereka berdua, kurangkul keduanya mendekatiku. Kubisikkan sebuah pertanyaan pada mereka.
“kalian lihat orang di depan tidak?”, kataku.
“orang siapa? Jangan nakut-nakuti kamu!!”, balas mereka.
“itu yang pakai baju putih di samping pohon pisang di depan?”, kataku memperjelas pandangan kea rah segeromol pohon pisang di depan kami.
“alahhh… itu pohon pisang yang terkena lampu atau bayangannya yang seperti pohon”, jawab mereka ketus.
“bukan, itu lo yang menghadap timur?”, lebih ku perjelas lagi.
“mana?”, balas mereka sambil penasaran.
“beneran kalian tak melihatnya?”, tanyaku lagi. Dan mereka membalsa dengan menggeleng.
Melihat jawaban mereka aku simpulkan kalu yang kulihat itu bukan manusia tapi hantu.  Bulu kudukku mulai berdiri, jantung berdebar-debar,rasa takutpun meraja lela. Ketiak kedua temanku mau melanjutkan melangkah kedepan kutarik mereka. Entah kenapa aku yang paling kecil di antara mereka berdua dapat sekuat tenagga menarik mereka, padahal mereka menarikku kearah berlawanan. Rasanya takut dan kawatir menjadikan aku semakin bingung mau berbuat apa.
Sebagi panitia kau tak boleh mebuat panik teman-temanku apa lagi peserta. Tapi aku bingung harus berbuat apa yang isa kulakukan hanya diam sambil merahasiakannya.
Karena kupaksa, merek ahirnya mengikutiku. Selangkah menjauh dari si hantu kulihat dia masih ada, dua langkah ku tengok belakang masih ada dan langkah ketiga ku tengok barulah dia telah lenyap. Lenyap entak kemana yang jelas aku sudah tak melihatnya lagi.
Kami kembali ke musola bersama-teman-teman. Aku waktu itu lngsung keringat dingin, wajah pucat dan nafas sedikit tersenggal-senggal. Kedua temanku belum tau apa yang terjadi, mereka tak curiga karan mereka berdua tak melihatnya. Lalu datanglah temanku cewek yang sedang ambil kotak P3K karna ada pesrta yang mengeluh sakit.
Dia melihatku dan perhatian padaku. “ ada apa El… kok pucat? Jangan-jangan kau lihat setan ya….?” Itu pertanyaaya dan langsng ku jawab dengan anggukan. Sebelum dia dan dua orang temanku yang dari tadi bersamaku bicara ku bilang pada mereka. Jangan bilang sapa-sapa, nanti kalu sudah pagi aja kuceritakan. Jawabku singkat dan di mengerti semuanya oleh temanku.
Saat itu aku mendengar suara burung gagak, seolah-olah suara itu memperingatkan aku dan teman-temanku. Aku dan teman-temanku selaku panitia merahasikannya pada peserta.
Menjelang subuh saat suara imsak, ketika peserta siap-siap sholat subuh dan panitia sedang rapat kegiatan pagi sekelebat bayangan kulihat. Itu memang sebuah bayangan karana sorotan lampu taman sekolah. Tapi anehnya bayangan itu menghilang di persipangan ruang. Yang paling ku ingat bayangan itu seperti wanita yang rambutnya di ikat kepang kuda. Kepangan rambutnya terlihat jelas pada bayangan hitam di tembok . saat ku lihat ke belakang tak ada satupun orang yang ada di sana.
Setelah olah raga pagi, mulai lah pembicaraan. Pembicaraanya tentang yang kulihat semalam. Sebenarnya aku tak mau membicarakan tetapi temanku yang melihatku pucat semalam memojokkanku untuk kuceritakan. Semuanya kaget, apa lagi kedua temanku yang pergi bersamaku keduanya sama sekali tak melihat apa-apa selain pohon pisang. terutama kedua temanku yang ikut jalan denganku. mereka bilang tak melihat apa-apa selain pohon pisang. mengapa hanya aku saja yang melihatnya, mengapa kedua temanku tak melihatnya. padahal kita jalan bersama, berangkulan mengapa hanya aku saja yang melihat sosok putih itu yang tiba-tiba menghilang. hingga kini aku tak tahu mengapa itu terjadi. yang jelas ternyata hanya aku saja yang melihat dan merasakannya sosok putih yang seolah-olah sholat menghadap timur dengan kepala merunduk. aku yakin itu manusia karena aku melihat lekukan lipatan tangan, lekukang hidung dan mulut. Semuanya tak percaya, hingga peserta pun ikut bicara.
Kebanyakan peserta mengatakan kalu sebelum sholat malam tersebut mereka malihat kelelawar yang sangat besar terbang menembus jaring pembatas lapangan basket. Kalian tahukan jarring kawat di pinggir lapangan yang bertujuan agar bola tidak keluar jauh. Nah jarring yang tak bisa tembus bola tenis sekalipun tiba-tiba tembus oleh keelawar yang sangat besar. Menurut cerita mereka selain itu dari kelas X-4 kebanyakan peserta melihat burung enah burung apa yang menembus masuk ke ruang kelas itu tepat di jendela kaca.
Mungkin ini kado dari Tuhan atas doaku lewat lilin terahir. Doa bisa melihat setan telah terkabul, sampai sekarang aku masih merasakan ketegangan saat itu. Dan mulai saat itu akau tahu aku tak boleh berdoa sebarangan apalagi doa yang jelek.

happy birthday untukku yang ke 22 tepat di tengan malam jam 00.00

1 komentar:

  1. Terima kasih untuk kiriman ceritanya bro. Cerita akan diterbitkan di http://cerita-misteri.reunion.web.id/ pada tanggal 12 April 2012.

    BalasHapus

Pengikut