Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 08 November 2011

sistem saraf unggas

PENDAHULUAN

Sistem saraf berperan dalam mengintegrasikan semua fungsi-fungsi organ tubuh. Rangsangan melalui indra diintegrasikan dan responnya berasal dari sistem saraf . Sel-sel saraf terpusat di dalam otak, korda spinalis, dan tempat-tempat tertentu di dalam tubuh yang disebut ganglia. Sistem syaraf dibagi menjadi dua bagian, yaitu somatik dan otonomik. Bagian somatik dari sistem saraf pusat bertanggung jawab bagi gerakan-gerakan volunter tubuh (gerakan tubuh pada kondisi sadar). Sementara otonomik bertanggung jawab atas gerakan-gerakan involunter (gerak dibawah sadar) dari organ-organ seperti usus, pembuluh darah, dan kelenjar-kelenjar. Unggas memiliki serebral korteks yang berkembang lebih baik dibandingkan dengan hewan-hewan dengan intelegensia tinggi. (Edjeng Suprijatna, 2005)
Gerakan volunter terjadi ketika unggas memiliki pilihan yang akan dilakukan dalam menanggapi rangsang yang diperoleh. Jadi, dia bisa memilih tindakan yang seharusnya dilakukan untuk merespon rangsang tersebut. Gerakan involunter terjadi ketika unggas tidak memiliki pilihan tindakan terhadap suatu rangsang. Contohnya pada gerakan detak jantung, pencernaan dan repirasi. Tentu unggas tidak mampu menentukan pilihan atas gerak detak jantung atau mengatur bagaimana sistem pencernaannya berjalan.
Sistem saraf pada unggas merupakan satu kesatuan yang dapat mengontrol semua fungsi pada tubuh. Rangsangan saraf akan disampaikan melalui sistem saraf yang terdiri dari sel-sel saraf  ke beberapa pusat saraf, yang terdapat pada otak, sumsum tulang dan ganglia (terdapat pada tubuh). (Nesheim et al., 1979).
Unggas mempunyai korteks serebral atau neokorteks kecil (pada hewan yang berintelegensia tinggi berkembang baik). Hipothalamus berfungsi mengatur kebutuhan pakan dan air, sekresi pituatari anterior, agresivitas dan tingkah laku sosial (Akoso, 1993).
Pendengaran dan penglihatan unggas berkembang dengan baik, namun kemampuan penciumannya rendah. Dengan perkembangan yang naik tersebut, unggas dapat mengenal warna. unggas juga dapat mengetahui tipe pakan yang disukainya karena cita rasa yang sensitif pada penciumannya. Selain itu, unggas memiliki kemampuan untuk belajar. Misalnya, unggas muda dapat belajar mengetahui jumlah teman dalam satu kandang. Kemampuan ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya umur.
Sistem saraf unggas terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang (sumsum sambung). Otak unggas terdiri dari otak besar, otak tengah, dan otak kecil. Otak besar dan otak kecilnya berkembang sempurna karena unggas memerlukan aktivitas yang tinggi saat bergerak dengan cepat serta mempunyai penglihatan yang baik.
PEMBAHASAN

A.       Anatomi Sistem Saraf
Susunan saraf merupakan bagian tubuh yang paling kompleks dan dibentuk oleh lebih dari 100 juta sel saraf (neuron), dan didukung oleh sel-sel glia yang jumlahnya lebih banyak. Rata-rata  setiap neuron memiliki sekurang-kurangnya seribu hubungan dengan neuron lain, membentuk suatu system komunikasi yang kompleks. Neuron mengadakan komunikasi yang cepat antara kelompok-kelompok sel yang diatur secara serial, sehingga memungkinkan penghantaran informasi yang cepat melewati jarak yang jauh. Secara anatomis, susunan saraf dibagi dalam susunan saraf pusat yang terdiri atas otak dan medulla spinalis, dan susunan saraf tepi yang terdiri atas serat saraf dan kumpulan kecil sel-sel saraf yang disebut ganglion saraf. Sistem saraf pada unggas berintegrasi dengan fungsi tubuh yang diatur oleh sistem saraf yang berpusat di otak, elemen pokok sistem saraf adalah sel nervus yang berfungsi memerintah untuk menjalankan proses (Yuwanta, 2008).
Secara struktural, jaringan saraf terdiri atas dua golongan sel yaitu
1.   Sel saraf, atau neuron, yang biasanya memiliki juluran-juluran panjang.
2.      Sel glia, yang memiliki juluran-juluran pendek, yang menunjang dan melindungi neuron dan berperan serta dalam aktivitas neural, nutrisi neural, dan proses pertahanan dari susunan saraf pusat.

1.   Neuron
Sel saraf atau neuron, adalah sistem pengatur yang sangat luas jangkauannya dan sangat teliti serta sempurna kerjanya. Mereka berperan pada penerimaan, penghantaran dan pemrosesan rangsang, pencetus aktivitas sel tertentu, dan pelepas neurotransmitter dan molekul-molekul penyampai informasi lainnya.
Terdiri dari 3 bagian :
a)      Soma (badan sel) : sitoplasma yang mengelilingi inti sel (nukleus) dari sel saraf, di dalamnya terdapat sitoskeleton (neurofilamen, neurotubulus, neurofibril) dan organel-organel sel (mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, dll)
b)      Dendrit : bagian penerima input neuron, berukuran pendek dan bercabang-cabang.
c)      Akson : bagian yang menyampaikan impuls (potensial aksi) ke neuron lain, otot dan kelenjar. Akson berukuran panjang dan berbentuk silinder tipis.
2.   Sel-sel Pendukung ( Glia )
Sel-sel glia memegang peranan sangat penting dalam menunjang neuron. Sel ini sangat penting bagi integritas struktur system saraf dan bagi fungsi normal neuron. Jumlahnya melebihi neuron mulai dari sepuluh kali sampai lima puluh kali lebih banyak daripada neuron. Sel-sel glia mengelilingi perikarion, akson dan dendrite, selain itu mereka juga terdapat pada ruang interseluler. Sel-sel glia menyediakan lingkungan mikro yang sesuai untuk aktivitas neuron.
Sel Glia di sistem saraf tepi :
a)      Sel schwann, memiliki fungsi menghasilkan myelin, namun ia berlokasi di sekitar akson pada susunan saraf tepi. Suatu sel schwan membentuk myelin di sekeliling satu akson. Neuron akan dibungkus myelin dalam sistem saraf yang sedang berkembang ketika sel schwan tumbuh di sekitar akson sedemikian rupa sehingga membran plasmanya membentuk lapisan kosentris (melilit). Membran itu sebagian besar disusun oleh lipid, yang merupakan konduktor arus listrik yang buruk. Dengan demikian selubung myelin memberikan insulasi listrik pada akson.
b)      Sel Satelit, sel yang mensuport ganglia, berada di dekat badan sel (ganglion).

Sistem saraf dibagi menjadi dua bagian, yaitu somatik dan otonomik. Bagian somatik atau serebrospinalis dari sistem saraf pusat bertanggung jawab bagi gerakan – gerakan volunter tubuh, sementara sistem otonomik bertanggung jawab atas gerakan involunter dari organ – organ seperti usus, pembuluh darah, dan kelenjar (Suprijatna, et all,. 2008).
Hipotalamus yang terdapat pada otak mengatur mekanisme kenyang dan lapar, regulasi sekresi dari pituitaria anterior, agresivitas, dan kompartemen seksual (Cupps, 1991). Otak terdiri dari konsentrasi sel saraf yang sangat padat, dasar bagi semua perangsang. Pendengaran dan penglihatan berkembang dengan baik sehingga ayam dapat mengenal warna, tetapi kemampuan penciumannya rendah. Cita rasa yang sensitive pada ujungnya menyebabkan ayam peka terhadap rasa pakan tertentu. Akibatnya, ayam dapat mengetahui tipe pakan yang disukainya. Ayam mampu dilatih sehingga dapat mengikuti prosedur fisik tertentu. Misalnya, ayam muda dapat belajar mengetahui jumlah teman dalam satu kandang. Kemampuannya meningkat seiring dengan bertambahnya umur.
Aliran simpatik dari urat saraf tulang belakang dibawa oleh axon saraf preganglionic yang terletak di longitudinal column di otak lanjutan.

B.        Sistem Saraf Unggas
Susunan saraf pada burung serupa dengan susunan saraf pada manusia dan hewan menyusui. Segala kegiatan saraf di atur oleh susunan saraf pusat.
Susunan saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum belakang.Otak burung juga terdiri atas empat bagian ,otak besar,otak tengah,otak kecil dan sumsum lanjutan.Selain otak kecil maka otak besar pada burung juga bisa tumbuh dengan baik. Otak besar burung berbeda dengan otak besar pada manusia. Permukaan otak besar pada burung tidak berlipat-lipat,sehingga jumlah neuron pada burung berkembang dengan membentuk dua gelembung. Perkembangan ini berhubungan dengan fungsi penglihatanya.
1.   Otak besar (Serebrum)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang. Pada anak ayam terdapat struktur immunoreaktif yang terdapat di telensefalon dan diensefalon.
2.   Otak tengah (Mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.
3.   Otak kecil
Otak kecil pada burung mempunyai lipatan-lipatan yang memperluas permukaan sehingga dapat menampung sejumlah neuron yang cukup banyak. Perkembangan Otak kecil ini berguna bagi pengaturan keseimbangan burung di waktu terbang.
4.   Sumsum sambung (Medulla Oblongata)
Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti berkedip
Otak besar dan otak kecil burung berkembang sempurna karena burung memerlukan aktivitas yang tinggi saat bergerak dengan cepat serta mempunyai penglihatan yang baik.
Permukaan otak besar burung tidak terlipat-lipat sehingga tidak banyak mengandung sel saraf, tetapi permukaan otak kecil burung terdapat banyak lipatan yang mengandung banyak sel saraf dan permukaannya menjadi semakin luas. Hal tersebut menyebabkan burung memiliki keseimbangan yang cukup baik. Otak tengah burung berkembang baik dengan membentuk dua gelembung yang berfungsi dalam penglihatan. Sementara itu, pusat pembau pada burung berukuran kecil sehingga indra pembau pada burung kurang sempurna. 
Kesimpulan :
1.               Secara struktural, jaringan saraf terdiri atas dua golongan sel yaitu :
a)      Sel saraf, atau neuron, yang biasanya memiliki juluran-juluran panjang.
b)      Sel glia, yang memiliki juluran-juluran pendek, yang menunjang dan melindungi neuron dan berperan serta dalam aktivitas neural, nutrisi neural, dan proses pertahanan dari susunan saraf pusat.
2.      Susunan saraf pada burung serupa dengan susunan saraf pada manusia dan hewan menyusui. Segala kegiatan saraf di atur oleh susunan saraf pusat.
3.      Otak burung terdiri atas empat bagian ,otak besar, otak tengah, otak kecil dan sumsum lanjutan
DAFTAR PUSTAKA
Frandson,R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi Keempat. Gadjah Mada University Press.
http://pertanian.uns.ac.id/~adimagna/IlmuTernak%20UnggasSyaraf.htm
http://www.central-bangkok-farm.com/2010/01/otot-dan-refleks-urat-saraf ayam.html
Jurnal, nama file : joa_1914_0537 dan 231
Prof. Dr. Ir. Tri Yuwanta S.U., DEA. Dasar Ternak Unggas. Kanisius : Yogyakarta.
Suprijatna, Edjeng dan Umiyati Atmomarsono dan Ruhyat Kartasudjana. 2008. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Jakarta:Penebar Swadaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut