Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 09 Februari 2012

teman yang hialng terlupakan

Facebook adalah jejaring social di dunia maya yang sangat terkenal oleh banyak masarakat. Begitu juga aku dan teman-temanku. Kadang kalu yang bukan temanku aja ku ajak berteman melalui facebook untuk menambah jumlah pertemanan.
Dulu sekitar romadhon  2-3 tahun yang lalu aku tak sengaja melihat-lihat profil teman-temanku. Disana aku melihat foto-foto mereka, teman-teman mereka dan grup yang merea ikuti. Ini kulakukan karna sedang tidak ada kegiatan.
Singkatnya waktu itu aku melihat pertemanan temanku. Di sana ada foto cowok yang wajahnya putih bersih mendekati pucat. Lalu tentu saja kulihat facebooknya. Kubaca beberapa setatusnya dan wawww…. Setatusnya banyak yang menarik. Ingin rasanya menjadi temannya yang pandai membuat kata-kata tersebut.
Tapi saat itu yang membuatku sangat menarik yaitu salah satu setatusnya yang bertuliskan “aku sedang sakit, doakan aku baik-baik saja”. Itu setatus terahir yang dia buat saat aku pertama kali melihat facebooknya. Yang membuatku lebih tertarik lagi adalah komentar teman-temanya yang seolah-olah memberikan semangat untuk cepat sembuh dan dia malah membalasnya “sakitkuku tak bisa di sembuhkan, aku hanya berusaha bahagia di sisa hidupku ini”. Itu komentarnya sendiri dan semakin membuatku penasaran akan seorang yang tahu hidupnya tinggal sebentar lagi.
Pertemanan kami dimulai lah. Dia menerima permintaan pertemananku. Aku memang tak tertarik bertanya langsung ke dia lewat pesan atau mengobrol langsung karna aku tak begitu tahu banyak tentang dia. Aku hanya tahu keadaanya memalui setatus-setatusnya yang selalu akau ikuti.
Selama berteman dengannya banyak setatus yang isinya penuh semangat, gembira dan lucu. Kadang ku kasih jempol pada setatusnya dan juga komentar-komentar. Melalui itu aku jadi tahu keadaanya, sifatnya dan penyakitnya.
Dari itu semua aku tahu kebenaran bahwa dia ternya seorang homoseksual (pecinta sejenis). Aku juga tahu penyakit yang di deritanya yaitu kangker otak. Aku juga tahu kalu dia ternyata beragama islam yang taat. Di usinya yang saat itu 26 tahun beda 7 tahun denganku selalu bersetatus tentang ibadah dan selalu mengingatkan kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT mungkin juga itu karena dia tahu ajal akan menjemputnya sebentar lagi. Dia orang yang tak pernah menyalahkan tuhan akan takdir yang diberikan padanya. Dia tahu dia homosexsual dan dia tahu homosexsual itu dilarang tuhan tapi katanya  kalu dia memang pecinta sejenis  tetapi dia takkan pernah menikah dengan sejenis walau itu takdir yang diberikan tuhan padanya tak bisa terangsang melihat lawan jenis.
Kadang-kadang aku turut sedih melihat setatusnya dan keadaanya. Tapi kuakui dia orang yang teguh dan berani dalam situasinya. Dia orang yang yang menurutku tegar  tapi aku tak tahu dalam hatinya tegar apa tidak.
Seingatku dia pernah bersetatus kalu dia sudah tak punya rambut lagi alias gundul. Dia tunjukkan foto plontos kepalanya pada teman-teman facebook. Dan aku dan beberapa teman lain menghiburnya dengan berkata kepala plontos bikin macho. Dan dia hanya membalas “hahahaaaa….”
Beberapa hari setelah setatus dan foto itu Hp yang selama itu kugunakan untuk facebookan rusak dan ahirnya ku ganti dengan hp baru. Hp itu tak bisa buat internetan apalagi facebookan. Tapi hp itu sudah bisa buat MP3 yang besar dan batrainya tahan lama. Hanya kadang-kadang aku membuka facebook saat sedang di warnet mengerjakan tugas dan itupun aku sudah tak begitu memperhatikan temanku itu. Karna tujuanku di warnet untuk mengerjakan tugas aku jadi lupa akan temanku itu.
Sekarang, hari ini, tanggal ini aku ingat lagi akan keberadaanya. Hampir  1 tahun lebih aku tak pernah melihatnya di facebook. Sekarang aku sudah memiliki modem leptop dan hampir tiap hari online tapi aku tak pernah melihat wajahnya lagi. Nama facebooknya, fotonya dan teman yang berhubungan denganya sudah tak kuingat lagi. Aku benar-benar lupa akan pada orang itu. Kucari di daftar Pertemananku tapi aku sudah tak ingat dia.
Mungkinkah dia sudah tiada seperti kata-katanya itu?
Mungkinkah dia benar-benar sudah meninggal?
Dan bodohnya aku melupakannya. Melupakan seorang teman yang selalu membuatku penasaran. Melupakan seorang yang ingin ku kenal lebih dekat karna aku mersa kagum padanya.
Dan sekarang benar-benar menyesal. Kenapa dulu waktu di warnet aku tak pernah mengikuti setatusnya dan kenapa saat aku sudah memiliki modem sendiri sudah benar-benar melupakanya. Benar-benar bodohnya aku sekarang.
Hari ini, setelah melihat sebuah film aku baru mengingatnya kembali. Film yang sama soal penyakit kangker yang merenggut nyawa.
Kudoakan dia yang kulupa nama, wajah dan dan semuanya yang telah menghilang dariku di terima di sisi Allah jika dia memang benar-benar sudah meninggal. Dan jika belum semoga dia selalu dalam pelindungan Allah. Amin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut