Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 06 Januari 2012

Humor sapaan mesra


Seorang pria muda merasa rumah tangganya bermasalah karena ia sering bertengkar dengan istrinya. Suatu hari ia bertengkar hebat dan ia memutuskan untuk menenangkan diri dengan pergi mengunjungi kakek neneknya dan menginap semalam disana.
Keesokan harinya sewaktu sarapan, si pria muda bertanya kepada kakeknya. “sampai di usia yang tua ini, kakek dan nenek selalu tampak mesra. Kakek selalu memanggil nenek dengan sayangku, cintaku, kekasihku, pokoknya mesra banget. Apa sih rahasia kakek?” Tanya sang pria muda.
“sebenarnya, cucuku, itu kareana sejak lama aku lupa nama nenekmu,” jawab sang kakek sambil bisik-bisik.









Poin penting
What is in a name?
Komunikasi bukan hanya perkara mentranfer pesan. Komunikasi memerlukan landasan agar bisa mengalir lancer. Salah satu landasannya adalah membangun kesan positif. Kesan tersebut dibangun dengan memperlihatkan antusiasme saat kontak lawan bicara anda. Usahakan agar anda terdengar tulus. Ketulusan anda itu terlihat dari bahasa tubuh. Melakukan pekerjaan lain sewaktu anda sedang berbicara, seperti meneruskan mengetik sesuatau maupun mengecek SMS atau menoleh untuk melihat siapa yang baru saja masuk lewat pintu, akan membuat lawan bicara anda merasa disepelekan.
Saya, dan ssaya yakin anda juga, akan lebih senag jika di panggil nama daripada sekedar “eh” atau “kamu” atau hei”. Nama bukan sekedar kumpulan huruf yang dilekatkan pada seseorang. Namun membuat seseorang menjadi ada dan berada di antara kumpulan orang lainya. Mampu mengingat dan menyebut nama lawan bicara dengan benar juga salah satu strategi untuk memunculkan kesan positif.
Agar anda bisa mengingat nama  seseorang dengan cepat, pertama-tama yang harus anda  adalah mengucapkan nama tersebut berulang kali setelah anda merasa atau mendengar informasi.  Anda pasti sudah menggunakan teknik itu sewaktu duduk di bangku sekolahan. Masih ingatkah saat semalam sebelum ujian sejarah, anda, dengan hanya berkomat-kamit, mengucapakan kata-kata tahun tejadinya perang di Jawa yang di pimpin Pangeran Diponegoro?
Kedua, jangan biarkan pikiran nada mengembara atau terpecah saat anda mengulang-ulang nama tersebut. Interfrensi akan menghambat proses masuknya informasi tersebut ke dalam ingtan anda.
Terahir, visualkan ingtan anda. Coba ikuti tes kecil berikut ini. Hitung berapa jumlah pintu rumah anda, tanpa beranjak darri kursi yang anda duduki saat ini. Sudah? Sekarang kita coba menghitung dengan cara berikut. Bayangkan ruangan tempat anda membaca. Kemudian, bayangkan diri anda mengembara ke sekeliling rumah sambil menghitung jumlah pintu. Lebih mudah, bukan? Itulah kekuatan visualisasi. Otak kita sudah dianugrahi ingatan visual dan ingatan verbal. Jadi, kita akan lebih mampu mengingat ketika kita menghafal nama sambil membayangkan wajah dan postur pemilik nama.
Daya ingat anda seperti otot. Semakin sering kita gunakan, semakin tajam kemampuanya. Sebaliknua, semakin jarang kia gunakan, semakin mundur kondisinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut