Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 03 Maret 2012

Berjalan dengan rasa sakit

laki-laki tersakiti

"Berjalan dengan rasa sakit, seperti berjalan memeluk guling yang terdapat banyal jarumnya. setiap melangkah dan bergerak sedikit saja ada sedikit goresan. satu dua goresan tak begitu masalah karna masih bisa ditahan tetapi jika sudah banyak goresan rassanya tak karuan."
Mungkin itu yg kau rasa saat kita berdua jalan. Ada rasa malu, benci dan muak. Dimabah jika kita di bilang pacar atu pasangan padahal kita hanya berteman.
Itu juga yang kurasakan saat berjalan dengannya. Beberapa hari ini sering pergi dengan lawan jenisku. Sebenarnya dia tak begitu buruk. Dia juga baik hati. Tapi ada beberapa yang tak kusuka dengn dia seperti cara dia berdandan dan cara dia bercanda.
Di suatu malam Kita (aku dan dia) pergi jalan-jalan dengan satu tujuan yang jelas yaitu membeli barang keperluannya dan keperluanku di satu tempat yang ramai. Aku dan dia seperti aku dan kamu, hunbungan kita hanya sebatas sahabat dan teman saja. Tak lebih dan tak kurang.
Awalnya biasa saja hingga pada di satu otlet dimana dia membeli barang keperluannya. Seperti biasa tawar menawar dan obrolan panjang anatra dia dan penjaga toko dimulai. Akupun ahirnya ikut dalam obrolan itu. Ahirnya kita salang bercanda dan saling menghormati.
Hingga pada saat bercanda tersebut ada seorang pegawai yang menyeletuk hubungan kita. Bukan bertanya tetapi asal bilang kalau kia berpacaran. Dia malah tertawa dan aku tersenyum. Tersenyum malu dan tersenym kecut.
Rasanya saat itu dunia sedang bergoyang. Bergoncang membuatku kaget, geli, malu, lucu Dan kawatir. Kaget karena di tuduh dia cewekku. Geli karena yang bilang laki-laki flamboyant. Geli karena tak pernah kusangka. Malu karena kenyataannya tidak sesuai yang di bicarakan. Dan kawatir kalu semua beranggaan dia adalah cewekku.
Mungkin itu yang kamu rasakan saat berjalan denganku. Merasa aku bukan milikku dan saat berjalan denganku kau begitu malu. Memang kebanyakan tak sengaja saat berjalan denganmu kita berpapasan dengan teman kita. Kadang juga mereka menglutik kalu kita jadian, padahal sama sekali belum.
mawar berdarah
Sekarang aku merasakan apa yang kamu rasakan. Berjalan dengan orang yang kamu rasa tak sesuai dengan harapan. Lalu dibilang kita adalah sepasang kekasih. Aku tahu rasa itu. Aku tahu rasanya. Dan aku mengerti.
Dengan pengalaman ini aku berusaha untuk lebih tahu diri. Tapi jangan salahkan aku jika kamu yang mengajakku. Biarkan aku mengetahui setiapperasaanmu. Beri sedikit pintu hatimu untukku.
Trimakasih untuk sahabat dan temanku yang telah mengajarkanku pengalaman ini. Trimaksih kau telah mebuatku malu di depan umum. Trimaksih untuk teman dan sahabatku yang telah membuat gossip di kampus.
Dan terimaksih untuk kau yang tercinta, terkasih, tersayang yang hanya sebagai bayangan. Trimaksaih atasa cerita ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut