Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 26 November 2011

Manajemen Pemberian Pakan Pada Pedet

Pedet yang baru lahir membutuhkan perawatan khusus, ketelitian, kecermatan dan ketekunan dibandingkan dengan pemeliharaan sapi dewasa. Pemeliharaan pedet mulai dari lahir hingga disapih merupakan bagian penting dalam kelangsungan suatu usaha peternakan sapi perah. Kesalahan dalam penanganan dan pemeliharaan pada pedet muda dengan umur 0-3 minggu dapat menyebabkan pedet mati lemas saat lahir, lemah, infeksi dan sulit dibesarkan.
Pemberian pakan pedet diharapkan semaksimal mungkin mendapatkan asupan nutrisi yang optimal. Nutrisi yang baik pada saat masih pedet akan memberikan nilai positif saat lepas sapih, dara dan siap jadi bibit yang prima. Sehingga produktivitas yang optimal dapat dicapai.
A.     Penanganan Pedet Saat Lahir
          Setelah pedet berhasil dikeluarkan dari induk betina,  kemudian peternak harus membantu pernapasan pedet.  Jika pedet sulit bernafas akibat adanya lendir di rongga mulut atau di saluran pernapasan,  peternak dapat membantu mengeluarkan lendir dengan cara:
·         masukan jari ke dalam rongga mulut untuk mengeluarkan lendir,
·         jika pedet masih tidak bisa mengangkat kepalanya,  angkat dan turunkan pedet berulang-ulang (3-5 kali) melalui kaki belakang sampai lendir keluar dari rongga hidung dan rongga mulut
·         jika pedet masih tdak bisa mengangkat kepalanya,  siram pedet dengan air dingin.
Setelah itu, keringkan badan pedet.  dianjurkan induk sapi dapat membersihkan atau menjilat-jilat tubuh pedet selama 10-15 menit.  tujuannya adalah untuk membantu uterus (rahim) bergerak atau berkontraksi lebih kuat sehingga melancarkan pengeluaran plasenta.  Setelah itu, badan pedet yang masih basah dapat dibersihkan dan dikeringkan dengan kain lap atau dengan handuk yang bersih dan kering.  Setelah pedet dapat berdiri,  tali pusar dipotong tetapi tidak seluruhnya,  sisakan tali pusar sepanjang 2 cm dari pangkal pusar.  Tali pusar di desinfeksi untuk mencegah infeksi dengan cara dicelupkan ke dalam larutan yodium tinctur 10%. Kemudian berikan kolostrum sampai hari kelima atau ketujuh setelah pedet lahir.
B.     Alat Pencernaan Pada Sapi Pedet
Untuk dapat melaksanakan program pemberian pakan pada pedet, ada baiknya kita harus memahami dulu susunan dan perkembangan alat pencernaan anak sapi. Perkembangan alat pencernaan ini yang akan menuntun bagaimana langkah-langkah pemberian pakan yang benar. Sejak lahir anak sapi telah mempunyai 4 bagian perut, yaitu : Rumen (perut handuk), Retikulum (perut jala), Omasum (perut buku) dan Abomasum (perut sejati). Pada awalnya saat sapi itu lahir hanya abomasum yang telah berfungsi (Anonim, 2011).
Sampai umur 1 minggu, pedet pada dasarnya bukan ternak ruminansia, melainkan ternak berlambung sederhana (monogastrika). Apabila  dibandingkan dengan sapi dewasa, maka rumen, reticulum dan omasum  belum berkembang. Adapun abomasum merupakan bagian yang terbesar, yaitu 70% dari total lambung secara keseluruhan. Susu yang diminum masuk ke lambung tidak melalui rumen, tetapi langsung dari mulut ke abomasums melalui sulcus esophagus (Mukhtar, 2010).
Rumen belum berkembang sampai pedet belum diberi pakan kasar berupa konsentrat atau hijauan. Agar rumen segera berfungsi dianjurkan setelah umur satu minggu pedet mulai dilatih mengkonsumsi pakan kasar berupa konsentrat pedet ( calf starter ) dan hijauan, disamping makanan utamanya berupa makanan cair  (Mukhtar, 2010).
C.    Manajemen Pemberian Pakan Pada Pedet
1.      Susu
Makanan utama pedet ialah air susu. Pemberian air susu biasanya berlangsung sampai dengan pedet berumur 3-4 bulan. Makanan pengganti dapat diberikan namun harus memperhatikan kondisi atau perkembangan  alat pencernaan pedet. Cara pemberian makanan dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari peternak itu sendiri,kondisi pedet dan jenis makanan yang diberikan (AAK, 1995).
Waktu kecil pedet hanya akan mengkonsumsi air susu sedikit demi sedikit dan secara bertahap anak sapi akan mengkonsumsi calf starter (konsentrat untuk awal pertumbuhan yang padat akan gizi, rendah serat kasar dan bertekstur lembut) dan selanjutnya belajar menkonsumsi rumput. Pada saat pedet, air susu yang diminum akan langsung disalurkan ke abomasum karena adanya saluran yang disebut “Oeshopageal groove”.  Saluran ini akan menutup bila pedet meminum air susu, sehingga susu tidak jatuh ke dalam rumen. Selama 4 minggu pertama sebenarnya pedet hanya mampu mengkonsumsi pakan dalam bentuk cair.
Kolostrum banyak mengandung vitamin dan mineral dan agak lebih bersifat pencahar dan membantu dan membantu membersihkan intestinum akan sapi muda dari kotoran yang bergumpalan. Juga mengandung antibiotic yang dibutuhkann oleh anak sapi pertumbuhan (Williamson dan Payne, 1993). Kolostrim kaya akan zat-zat karotinoid dan beberapa vitamin yang larut dalam lemak ( A,D,E ), kesemuanya merupakan zat yang tidak banyak didapatkan dalam tubuh anak ruminansia yang baru lahir (Prakasi, 1999).
Kolostrum sangat penting bagi pedet yang baru saja lahir,karena:
·         Kolostrum lebih banyak mengandung energi, 6X lebih banyak kandungan proteinnya, 100X untuk vitamin A dan 3X lebih kaya akan mineral dibanding air susu normal.
·         Mengandung enzym yang mampu menggertak sel-sel dalam alat pencernaan pedet supaya secepatnya dapat berfungsi (mengeluarkan enzim pencernaan).
·         Kolostrum mengandung sedikit laktosa sehingga mengurangi resiko diare.
·         Mengandung inhibitor trypsin, sehingga antibodi dapat diserap dalam bentuk protein.
·         Kolostrum kaya akan zat antibodi yang berfungsi melindungi pedet yang baru lahir dari penyakit infeksi.
·         Kolostrum dapat juga menghambat perkembangan bakteri E. coli dalam usus pedet (karena mengandung laktoferin) dalam waktu 24 jam pertama.
2. Milk Replacer atau Pengganti Air Susu (PAS)
Pada fase pemberian susu untuk pedet, air susu sapi asli dapat diganti menggunakan Milk Replacer/PAS. Milk Replacer yang baik kualitasnya dapat memberikan pertambahan bobot badan yang sama dengan kalau diberi air susu sampai umur 4 minggu. Namun kadang-kadang pemberian milk replacer mengakibatkan sapi lambat dewasa kelamin dan sering mengakibatkan pedet kegemukan. Milk replacer yang baik dibuat dari bahan baku yang berasal dari produk air susu yang baik seperti ; susu skim, whey, lemak susu dan serealia dalam jumlah terbatas. Milk replacer sebaiknya diberikan pada saat pedet berusia antara 3 – 5 minggu dan jangan diberikan kepada pedet yang berusia kurang dari 2 minggu. Pedet yang berusia kurang dari 2 minggu belum bisa mencerna pati-patian dan protein selain casein (protein susu).
Milk replacer yang baik mempunyai standar komposisi sebagi berikut Protein 20%, lemak 12%, serat kurang dari 0.25% dan juga mengandung antibiotik untuk mencegah diare. Selain antibiotik juga dapat memberikan faedah dalam nafsu makan, kehalusan bulu yang halus, pertambhan bobot badan dan efisien penggunaan pakan. Anti biotik yang sering digunakan adalah Klortetrasiklin dan oksitetrasiklin. Frekuensi pemberian sama dengan pemberian air susu harus lebih dari 1X dalam 1 hari dan yang terpenting harus teratur waktu dan jumlahnya.
3.      Rasio starter
 Kualitas yang baik untuk calf starter dengan palatabilitas yang tinggi harus diberikan selama minggu pertama selama awal kehidupan pedet. Calf starter terbaik yaitu yang mengandung energi tinggi dan mengandung 18 persen protein kasar. Untuk mendorong asupan nutrisi, calf starter harus terdiri secara keseluruhan, berbentuk gilingan kasar, retak, atau gulungan butiran-butiran. Molase (sampai 5 persen dari campuran) dapat meningkatkan palatabilitas dan meminimalkan debu. Serta tidak diharapkan adanya kontaminasi dalam bentuk tanah-tanah halus di dalam pakan. Seluruh biji-bijian, khususnya gandum, bisa diberikan sebagai pakan sampai umur 3 bulan. Calf starter harus diberikan sebagai makanan pedet sampai sekitar umur 12 minggu. Pengambilan harus dibatasi untuk 3 sampai 5 pon tiap pedet untuk setiap harinya (Jasper and Weary).
Adapun formula calf starter yang diberikan adalah sebagai berikut:
Bahan Pakan
Formulasi Ransum
A
B
C
Jagung giling
84,0
83,0
59,0
Bungkil kedelai
14,5
15,5
13,5
Bungkil kelapa
1,0
-
7,0
Dedak halus
-
1,0
20,0
Garam mineral
0,5
0,5
0,5
Vitamin A
Total (Kg)
200.000
200.000
200.000
100
100
100
Protein kasar (%DM)
16,0
16,0
16,0
Digestible Energy (Mcal/kg)
3,5
3,5
3,5












DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2011. Formula konsentrat untuk pedet. http://duniasapi.com/id/pra-produksi-potong/898-pakan-pedet-masa-sapih.html. Diakses pada tanggal 23 Maret 2011 pukul 20.00 WIB.
Anonimus. 2011. Formula konsentrat untuk pedet http://peternakanunhas.blogspot.com/2011_02_01_archive.html. Diakses pada tanggal 30 Maret 2011 pukul 20.00 WIB.
Anonimus. 2011. Peranan calf starter bagi pedet.  http://khaeryah.blogspot.com/2010_03_01_archive.html. Diakses pada tanggal 30 Maret 2011 pukul 20.00 WIB.
Harris, B and Shearer, J. K. Feeding and Management of Young Dairy Calves.
Jasper, J and Weary, D. M. 2002. Effects of Ad Libitum Milk Intake on Dairy Calves. Animal Welfare Program, Faculty of Agricultural Sciences, University of British Columbia, Vancouver V6T 1Z4, Canada.
 Kartadisastra. 1997. Penanganan Kambing dan Domba. Penebar Swadaya. Jakarta.
Monroe, S and Amaral,D. P. Feeding and Managing Dairy Calves. University of Kentucky
Mukhtar, A. 2010. Manajemen Ternak Perah. Universitas Sebelas Maret Press. Surakarta.
Tilman, A.D, H Hartadi, S Reksohadiprodjo, S Prawirokoesumo dan S Lebdosoekodjo., 1998. Ilmu Makanan ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
AAK. 1995. Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah. Kanisius. Yogyakarta.
Williamson, G dan W.J.A. Payne., 1993. Pengantar Peternakan Di Daerah Tropis. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut