Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 05 Oktober 2011

Halo Matahari

Selasa 04 Oktober 2011 sebuah fenomena alam menghebohkan kota solo. Sekitar pukul 11.00- 12.00 di saat udara terasa panas terlihatlah matahari di langit yang di kelilingi oleh cincin pelangi. Hal ini menghebohkan warga yang melihatnya. Peristiwa ini oleh para ahli disebut Helo Matahari.

Peristiwa ini terjadi akibat Matahari dikelilingi oleh pelangi yang membentuk lingkaran cincin yang tebal. Cincin itu terbentuk akibat reaksi antara awan yang tinggi dengan pancaran sinar matahari. Itu disebut fenomena halo, dipengaruhi oleh awan stratus, yaitu pengaruh butiran-butiran air yang terbias oleh sinar matahari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa fenomena halo merupakan fenomena biasa yang bisa terjadi di seluruh muka bumi. Bulatan halo di langit terbentuk karena adanya reaksi optik ketika sinar matahari dibiaskan kristal-kristal air pada lapisan awan tipis cirrus. Fenomena alam itu lumrah dan bisa terjadi di mana saja, seperti pelangi mengelilingi matahari atau bulan. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan cuaca.

Fenomena halo mungkin jarang terjadi di daerah tropis, namun di belahan bumi Eropa fenomena itu sering terjadi. Saat awan cirus hanya merefleksikan dan merefraksikan cahaya matahari, biasanya halo yang terbentuk hanya cincin yang tak berwarna. Namun jika pada sudut yang tepat, bisa terjadi juga dispersi sehingga cincin yang terjadi juga berwarna seperti halnya pelangi. Contoh refraksi yang sederhana adalah saat anda melihat sedotan dalam gelas berisi air terlihat patah, atau permukaan dasar kolam yang terlihat menjadi lebih dekat ke permukaan daripada yang sebenarnya.
Refleksi yang terjadi saat cahaya melewati titik air, es atau kristal yang transparan hanya terjadi pada sudut tertentu saja. Sudut ini ditentukan oleh index refraksi medium tersebut. Contoh sederhana saat kita melihat akuarium pada sudut tertentu kaca akuarium yang tembus pandang tiba-tiba menjadi cermin, memantulkan bayangan isi akuarium.

Awan yang bisa berinteraksi khusus dengan sinar matahari hingga membentuk halo tersebut berada pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan tanah. Awan tersebut tidak berada di permukaan tetapi awan-awan yang tinggi, uap air yang terkandung di awan itu bereaksi dengan sinar matahari sehingga terjadi pembiasan cahaya dan menghasilkan halo tersebut. Halo Matahari, selain terjadi dalam bentuk lingkaran penuh dengan bagian pinggir berbingkai warna pelangi, juga bisa terjadi dalam lingkaran separuh dengan pusat pada cahaya matahari.
Bila ingin melihat halo, kedua mata harus dilindungi dari pancaran sinar matahari. Jangan sesekali terlalu lama memandang halo, kalau perlu memakai kacamata hitam atau tiga dimensi, hindari kilauan pada kaca atau cermin.
Khusus bagi mereka yang hendak mengambil foto dengan menggunakan kamera single lens reflex (SLR), sebaiknya tidak langsung membidik melalui kotak bidik ke arah halo, karena cahaya matahari akan masuk ke dalam lensa fokus dan bisa merusak retina mata.
Tapi sayang di saat kejadian tersebut saya selaku pemilik blog tidak melihatnya. Ini disebapkan karena dari jam 08.50 sampai jam 12.20 saya sedang ada kuliah. Tapi gara-gara kejadian ini membuat saya bingung karena dari Samsung GT-E1390 bermunculan sms yang bilang ada halo matahri. Dan di saat itu saya juga tidak mengetahui apa maksut halo matahari. Pertama-tama dalam pikiran saya matahari department store sedang mengadakan diskon besar-besaran sehingga teman-teman saya member tahu akan hal itu. Tapi setelah di telefon kakak saya dari Jawa timur saya baru tahu maksutnya.
Hahaha…. Ini memang kejadian terbodoh yang saya ketahui. Tapi dari pengalaman ini ahirnya bisa saya tulis di blog agar saya tetap mengingatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut