Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 24 Januari 2013

KIAT2 NEMBAK CEWEK


 
1.persiapan
* sikat gigi dulu : pastikan pake odol,jangan pake shampo,kalo mulutmu sampe berbusa2, ntar dikira cewek,, kamu itu ayan
* parfume : pastikan yang kamu pake itu parfume, bukan baygon dan sejenisnya
* minyak rambut : buat yang punya rambut dong,bukan buat yang botak,kalo botak diminyakin bikin orang jadi silau men!!
* eh iya pastikan dandananmu udah rapi,jangan sampai udah pake baju,eh yang bawah cuma pake kancut doang
* bawaan : walaupun cewe lebih suka bunga bank,tapi jangan biarkan tanganmu kosong, minimal bawa bunga mawar(jangan bawa bunga bangkai...catee­et),1 aja ngga' perlu sejuta(karna itu cuma diiklan)
* telpon si doi,sedang apa dia,kalo dia sedang ada tahlilan dirumahnya.. pliss mending urungin niat lo

2 .tempat
* ajak dia ketaman,tapi jangan taman lawang lho,yang ada entar lo yang ditembak bencong
*kalo doi ngga mau,dirumah juga asyik koq,tapi bawain oleh2 buat neneknya, minimal silverqueen ( kalo gak kuat makan kacangnya masih ada coklat yg bisa diemut)

3,persiapan nembak
* mental : itu udah pasti choy,tapi segugup2nya kamu jangan sampe nembak nyokap apalagi bokapnya
* kata pamungkas : perjelas kata2mu,ucapkan­ AH\KU SUKA KAMU dengan jelas,jangan sampai karna gugup ada kosa kata yang tertinggal seperti terucap :aku...su..su..­kamu,atau a..suuuu ...kamu!! weww..kalo ketemu cewek baik2 biasanya akan berakhir dengan bunyi plakkk..atau pletok

4.hasil :
jangan selalu berharap hasilnya akan baik,bersiaplah­­ untuk hasil yang buruk,kalo ditolak jangan marah,berpikirl­­ah bahwa...ternyat­a sicewek ngga' buta,makanya ngacaaaaaa!!!

Kamis, 17 Januari 2013

JENIS JENIS HEWAN

 

1. Hewan yang paling bahagia ---> BELALANG dan KUPU-KUPU......-..... setiap hari dikasih makan nasi dan minum susu.....

2. Hewan paling sengsara ----->
SAPI PERAH,, tiap hari diremes remes aja susunya tapi gag pernah dinikahi....
TERLAALUU

3. Hewan yang paling susah -----> BABI NGEPET.........-., udah babi jalannya mesti mepet-mepet kalo keliatan orang pasti digebukin.... Susah banget idup looohh

4. Hewan paling Beruntung ------> GAJAH BENGKAK, udah badannya gede msh aja nambah gede......
Ckckckckckckck.-..bagi-bagi napa....

5. Hewan paling sial ------> KAMBING HITAM, selalu ajaa disalahin... Mau bener apalagi salah tetep aja salah......... Kasiaaan dweeee loooooohh

6. Hewan paling muPeng -----> KUCING GARONG....... dari ikan asin sampe jablay asin juga diembat.....
Busseeettt.....

7. Hewan lupa habitat -----> BUAYA DARAT......jang-an ampe deket-deket ama yang begini nii...
Kalo bisa tendang aja ke laut....

8. Hewan gag pernah mandi ------> KUCING KURAP..... Ampe kurapan 7 turunan jg gag bakalan pernah mandi

9. Hewan jago goyang. ------> ITIK....... Kalo jalan bokongna goyang sampe-sampe di tiru tuu ama. SASKIA GOTIK si Goyang Itik.....

10. Hewan pinter bohong ------> KADAL.... Dengerin dee klw orang kena tipu pst ngomongnya "sial gw dikadalin"

11. Hewan paling seuurreemm -----> KALONG WEWE..... Ini see setan bukan hewan browww....

12. Hewan gag jelas ----> KUDA BINAL..... hewan yang tergantung sama situasi seehh.....

13. Hewan paling panjang -----> CUCO ROWO pasti Dowo buntute.......

Rabu, 16 Januari 2013

manfaat merokok

manfaat merokok gan ! Ternyata rokok ada manfaat nya :D 
1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok. 

2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok. 

3. Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok. 

4. Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap/tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam. 

5. Baik untuk basa-basi/keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa tawarkan rokok.Kalau basa-basinya tawarkan uang kan gak lucu. 

6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk. 

7. Bisa dipake alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok. 

8. Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya sehingga seolah berkabut. 

9. Menghilangkan bau wewangian ruang bagi yang alergi bau parfum. 

10. Kalau kendaraan mogok karena busi ngadat tak ada api, maka sudah siap api. 

11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten. 

12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah, batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang lulus). 

13. Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok, jadi yang merokok itu pasti orang sehat. 

14. Menambah kenikmatan: Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah rokok! 

15. Tanda kalau sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok. 

16. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari. 

17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat di kursi… Hai,... penderitaan itu pedih, jendral…!!! 

18. Film Koboi pasti lebih gaya naikkuda sambil merokok , soalnya kalau sambil ngupil susah betul.. 

19. Film lebih cool soalnya kalo meledakan mobil atau pom bensin butuh rokok yang disentil ke bensin yang tercecer, 

20. Teman boker yang setia. 

21. Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas
Akhir, sehingga seharusnya dicantumkan ucapan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan. 

22. Kalau ada yang nagih hutang,, ajak ngobrol aja sambil ngopi dan merokok.. pasti gak jadi nagihnya. 

23. Kalau anak anda pingin ngetop, sejak lahir ajari merokok .. pasti masuk Infotainment / TV 

24. Bagi laki2 yang mau dikejar2 wanita cantik.. coba aja kalau ada gadis cantik lewat sundut tuh pantatnya dengan rokok.. pasti dia ngejar2 terus.. coba aja..

Ngopi juga ahhh...biar gak panik

Jangan ditiru ya....dan jangan marah..
Hanya bercanda...kalau masih ada yg marah..sungguh terlalu...

Jumat, 11 Januari 2013

KRITERIA HEWAN YANG AKAN DISEMBELIH DI RPA (RUMAH POTONG AYAM)



PENDAHULUAN
Ayam broiler adalah jenis ayam jantan maupun betina muda berumur sekitar 6 – 8 minggu yang dipelihara secara intensif, guna memperoleh daging yang optimal. Ditinjau dari segi mutu, daging ayam memiliki nilai gizi yang tinggi dibandingkan ternak lainnya. Dan jika ditinjau dari segi ekonomis, khususnya ayam ras potong atau ayam negeri yang sudah populer dengan sebutan broiler ini, merupakan ayam negeri yang bisa diusahakan secara efisien dan cepat dalam pemanenan. Ayam pedaging (broiler) dapat digolongkan ke dalam kelompok unggas penghasil daging artinya dipelihara khusus untuk menghasilkan daging. Umumnya memiliki ciri-ciri, yaitu kerangka tubuh besar, pertumbuhan badan yang cepat, pertumbuhan bulu yang cepat, hemat ransum, lebih efisien dalam mengubah ransum menjadi daging (Rasyaf, 1997).
Hingga saat ini, usaha peternakan ayam broiler merupakan salah satu kegiatan yang paling cepat dan efisien untuk menghasilkan bahan pangan hewani yang bermutu dan bernilai gizi tinggi. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya antara lain, laju pertumbuhan ayam yang lebih cepat dibandingkan dengan komoditas ternak lainnya, permodalan yang relatif lebih kecil, penggunaan lahan yang tidak terlalu luas serta kebutuhan dan kesadaran masyarakat meningkat akan kandungan gizinya.
Rumah Potong Unggas/Ayam (RPU/RPA) adalah kompleks bangunan dengan desain dan konstruksi khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higiene tertentu serta digunakan sebagai tempat memotong unggas/ayam bagi konsumsi masyarakat umum. Untuk membangun RPA, diperlukan persyaratan lokasi dan tersedianya sarana yang cukup memadai, hal ini tercantum dalam SNI 01-6160-1999.
Identifikasi Ayam potong
1.      Ternak ayam yang baru datang di RPA harus diturunkan dari mobil box, kotak box berisi ayam diturunkan dengan hati-hati dan tidak membuat ternak tersebut stress.
2.      Dilakukan pemeriksaan dokumen (surat kesehatan hewan, surat keterangan asal hewan, surat karantina, dsb).
3.      Ayam yang akan di sembelih sebelum nya harus diistirahatkan terlebih dahulu di kandang penempungan minimal 12 jam sebelum dipotong.
4.      Ayam   harus dipuasakan 8-12 jam sebelum dipotong.
5.      Ayam harus diperiksa kesehatannya sebelum dipotong (pemeriksaan antemortem).

A.    Syarat ayam yang akan di potong
1.      Ayam dalam kondisi aktif, lincah, mata dan muka cerah (tidak mengantuk) serta bebas dari penyakit.
2.      Berat badan sesuai dengan umur (standar) dan seragam.
3.      Nafsu makan dan minum baik.
4.      Bulu cerah berminyak, tidak kusam dan tidak berdiri.
5.      Bentuk tubuh ayam normal dan proposional, berdiri tegak dengan kaki yang kokoh, serta tidak ada luka ditubuhnya.
6.      Sayap tidak jatuh dan posisi kepala terangkat dengan baik.
7.      Tidak terdengar gejala napas bersuara (ngorok) atau batuk.
8.      Anus bersih dan tidak ada kotoran.
Berkenaan dengan kesiapan ternak untuk siap disembelih maka beberapa hal perlu diperhatikan sebelum ternak disembelih. (1) Ternak harus diistirahatkan secukupnya dan tenang sesaat menjelang eksekusi, (2) ternak harus dihindarkan dari tekanan dan perlakuan menyakiti, dan (3) ternak harus dalam keadaan sehat. Ternak yang cukup istirahat dan tenang sebelum penyembelihan diharapkan akan mendapatkan kualitas karkas/daging bermutu tinggi dibandingkan dengan ternak yang sebelum penyembelihan dalam kondisi kelelahan dan mendapat tekanan (stres). Ternak yang kelelahan dan stres memiliki cadangan glikogen yang rendah sehingga berpengaruh pada proses pengeluaran darah, meronta, dan rigor mortis.
Lamanya waktu mengistirahatkan ternak berbeda-beda tergantung dari spesies, tipe ternak dan kondisi atau tingkat kelelahannya, misalnya dari perjalanan (pengakutan) menuju tempat pemotongan yang jauh, dan lain sebagainya. Namun demiian biasanya cukup antara 12 – 24 jam. Perlunya ternak diistirahatkan adalah agar (1) ternak tidak mengalami stres, (2) cukup tersedia cadangan energi sehingga proses rigormortis dapat berlangsung secara sempurna, dan (3) pada saat disembelih darah yang keluar sebanyak mungkin.
Mengistirahatkan ternak sebelum disembelih ada 2 (dua) cara, yaitu dengan dipuasakan dan tanpa dipuasakan. Pemuasaan dilakukan agar (1) diperoleh bobot tubuh kosong (BTK), yaitu bobot tubuh yang telah dikurangi isi saluran pencernaan, saluran kencing dan empedu, (2) mempermudah proses penyembelihan terutama bagi ternak yang agresif atau liar (Soeparno, 1994). Sedangkan pengistirahatan ternak tanpa pemuasaan adalah agar (1) ternak tidak mengalami stres dan (2) ketika disembelih ternak mengeluarkan darah sebanyak mungkin karena lebih kuat meronta, mengejang atau berkontraksi sehingga darah yang dikeluarkan akan lebih sempurna (Soeparno, 1994).

B.     Pemeriksaan Ante-mortem
Hal penting lain yang perlu dilakukan sebelum ternak disembelih adalah melakukan pemeriksaan ternak (pemeriksaan antemortem). Menururt Soeparno (1994) bahwa pemeriksaan antemortem dimaksudkan (1) untuk mengetahui ternak yang cidera sehingga diprioritaskan untuk disembelih terlebih dahulu dan (2) untuk mengetahui ternak-ternak yang sakit sehingga disembelih secara terpisah.
Pemeriksaan ante-mortem ini sangat penting dilakukan karena merupakan salah satu proses pencegahan penyakit terhadap konsumen. Dalam hal ini "pemeriksa" harus memiliki pengetahuan mengenai kesehatan masyarakat dan juga cukup berpengalaman dalam menangani ternak-ternak yang akan dipotong.
Adapun manfaat dari pemeriksaan antemortem (Suharyanto, 1996) adalah:
a.       Menegtahui/menentukan ternak yang dagingnya berbahaya untuk dikonsumsi. Misalnya ditemukan adanya ternak yang berada pada taraf septi chaemi (gejala infeksi yang mulai menjalar); ternak yang demikian ini sukar diketahui gejala-gejalanya sehingga tanpa pemeriksaan sukar diketahui sedangkan hal ini berbahaya bagi konsumen.
b.      Dapat menetapkan kesehatan ternak ketika masih hidup sehingga bisa menyatakan sehat atau tidak dagingnya untuk dikonsumsi.
c.       Dapat mengetahui apakah ternak dalam keadaan lelah atau tidak untuk segera dilakukan penyembelihan.
C.    Ayam yang siap potong
Bobot potong diperoleh dari hasil penimbangan broiler hidup yang sudah
dipuasakan sebelum dipotong. Menurut Wahyu (1988), tingkat konsumsi ransum banyak ditentukan oleh palatabilitas ransum, sistem pakan dan pemberian pakan, serta kepadatan kandang. Dilain pihak, tingkat konsumsi juga dipengaruhi oleh nafsu makan dan kesehatan ternak. Ayam hidup yang bermutu baik yaitu ayam yang sehat, berbulu baik, ukurannya seragam dan berkualitas baik dengan perbandingan antara tulang dan daging seimbang (proporsional).
Ayam broiler merupakan hasil rekayasa genetika dari galur murni yang dapat dipanen lebih cepat dengan bobot badan 1-1,5 kg/ ekor (Charoen Pokphand, 2005). Menurut Siregar et al. (1982) menyatakan ayam broiler mampu memproduksi daging secara optimal dalam kurun waktu 6–7 minggu, ayam broiler mampu mencapai bobot hidup 1,5–2 kg/ekor
Murtidjo (1987) menyatakan bahwa ayam broiler yang dipotong usia kurang dari 8 minggu, dengan ciri khas daging masih lunak, kulit agak licin, tulang dada agak keras disebut dengan istilah roaster. Poussins adalah ayam dipotong pada usia 7-8 minggu dengan berat hidup berkisar antara 1,5-2,0 kg. Ayam pedaging atau broiler adalah istilah untuk menyebutkan ayam pedaging hasil rekayasa genetika dengan ciri pertumbuhannya yang cepat sebagai penghasil daging yang konversi ransumnya rendah dan siap potong pada umur yang relatif muda. Pada umumnya ayam broiler ini siap panen pada umur 35-45 hari dan bobot badan antara 1,2-1,9 kg/ekor (Murtidjo, 1992)
 PENUTUP
Identifikasi Ayam potong terdiri dari Ternak ayam yang baru datang di RPA harus diturunkan dari mobil box, kotak box berisi ayam diturunkan dengan hati-hati dan tidak membuat ternak tersebut stress. Dilakukan pemeriksaan dokumen (surat kesehatan hewan, surat keterangan asal hewan, surat karantina, dsb). Ayam yang akan di sembelih sebelum nya harus diistirahatkan terlebih dahulu di kandang penempungan minimal 12 jam sebelum dipotong. Ayam   harus dipuasakan 8-12 jam sebelum dipotong. Ayam harus diperiksa kesehatannya sebelum dipotong (pemeriksaan antemortem).
Hal yang perlu diperhatikan sebelum ternak disembelih. (1) Ternak harus diistirahatkan secukupnya dan tenang sesaat menjelang eksekusi, (2) ternak harus dihindarkan dari tekanan dan perlakuan menyakiti, dan (3) ternak harus dalam keadaan sehat. Perlunya ternak diistirahatkan adalah agar (1) ternak tidak mengalami stres, (2) cukup tersedia cadangan energi sehingga proses rigormortis dapat berlangsung secara sempurna, dan (3) pada saat disembelih darah yang keluar sebanyak mungkin.

DAFTAR PUSTAKA
Charoen Pokphand. 2005. Charoen Pokphand Broiler Breeder Guide Principles. (Tidak diterbitkan).
Murtidjo, B A., 1987. Pedoman Beternak Ayam Broiler. Kanisius, Yogyakarta
Murtidjo, B A., 1992. Pedoman Beternak Ayam Broiler. Kanisius, Yogyakarta.
Rasyaf, M.. 1997. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta.
Siregar, A.P., M Sabrani dan S. Pramu, 1982. Teknik Beternak Ayam Pedaging di Indonesia. Margie Group, Jakarta.
Soeparno, 1994. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Standar Nasional Indonesia. 1999. SNI 01-6160-1999. Rumah Potong Unggas.
            Standardisasi Nasional-BSN Jakarta
Suharyanto, 1996. Pentingnya Pembangunan Rumah Potong Ayam di Bengkulu. Semarak, 4 Januari 1996.
Wahyu, J., 1988, Ilmu Nutrisi Unggas, Gajah Mada University Press, Yogyakarta


Kamis, 10 Januari 2013

Penagngan limbah cair dan padat pada ternak



Limbah ternak adalah sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan seperti usaha pemeliharaan ternak, rumah potong hewan, pengolahan produk ternak, dan lain-lain. Limbah tersebut meliputi limbah padat dan limbah cair seperti feses, urine, sisa makanan, embrio, kulit telur, lemak, darah, bulu, kuku, tulang, dan sebagainya. Apabila usaha peternakan semakin berkembang maka limbah yang dihasilkan juga akan semakin banyak.
Limbah ternak terbanyak biasanya dihasilkan dari ternak ruminansia seperti sapi, kerbau kambing, dan domba. Umumnya setiap kilogram susu yang dihasilkan ternak perah menghasilkan 2 kg limbah padat (feses), dan setiap kilogram daging sapi menghasilkan 25 kg feses.
Selain menghasilkan feses dan urine, dari proses pencernaan ternak ruminansia menghasilkan gas metan (CH4) yang cukup tinggi. Pada peternakan di Amerika Serikat, limbah dalam bentuk feses yang dihasilkan tidak kurang dari 1.7 milyar ton per tahun. Di Indonesia, emisi metan per unit pakan atau laju konversi metan lebih besar karena kualitas hijauan pakan yang diberikan rendah. Semakin tinggi jumlah pemberian pakan kualitas rendah, semakin tinggi produksi metan.
Limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran. Suatu studi mengenai pencemaran air oleh limbah peternakan melaporkan bahwa total sapi dengan berat badannya 5000 kg selama satu hari, produksi manurenya dapat mencemari 9.084 x 10m3 air. Selain melalui air, limbah peternakan sering mencemari lingkungan secara biologis yaitu sebagai media untuk berkembang biaknya lalat. Kandungan air manure antara 27-86 % merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan larva lalat, sementara kandungan air manure 65-85 % merupakan media yang optimal untuk bertelur lalat.
Kehadiran limbah ternak dalam keadaan keringpun dapat menimbulkan pencemaran yaitu dengan menimbulkan debu. Pencemaran udara di lingkungan penggemukan sapi yang paling hebat ialah sekitar pukul 18.00, kandungan debu pada saat tersebut lebih dari 6000 mg/m3, jadi sudah melewati ambang batas yang dapat ditolelir untuk kesegaran udara di lingkungan (3000 mg/m3).
Salah satu akibat dari pencemaran air oleh limbah ternak ruminansia ialah meningkatnya kadar nitrogen. Senyawa nitrogen sebagai polutan mempunyai efek polusi yang spesifik, dimana kehadirannya dapat menimbulkan konsekuensi penurunan kualitas perairan sebagai akibat terjadinya proses eutrofikasi, penurunan konsentrasi oksigen terlarut sebagai hasil proses nitrifikasi yang terjadi di dalam air yang dapat mengakibatkan terganggunya kehidupan biota air.
Tinja dan urine dari hewan yang tertular dapat sebagai sarana penularan penyakit, misalnya saja penyakit anthrax melalui kulit manusia yang terluka atau tergores. Spora anthrax dapat tersebar melalui darah atau daging yang belum dimasak yang mengandung spora. Dampak limbah ternak memerlukan penanganan yang serius.
Penanganan Limbah
Penanganan limbah ternak akan spesifik pada jenis/spesies, jumlah ternak, tatalaksana pemeliharaan, areal tanah yang tersedia untuk penanganan limbah dan target penggunaan limbah. Penanganan limbah padat dapat diolah menjadi kompos, yaitu dengan menyimpan atau menumpuknya, kemudian diaduk-aduk atau dibalik-balik. Perlakuan pembalikan ini akan mempercepat proses pematangan serta dapat meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan. Setelah itu dilakukan pengeringan untuk beberapa waktu sampai kira-kira terlihat kering. Penanganan limbah cair dapat diolah secara fisik, kimia dan biologi. Berikut merupakan penjelasannya :
1.        Pengolahan fisik
Pengolahan secara fisik disebut juga pengolahan primer (primer treatment). Proses ini merupakan proses termurah dan termudah, karena tidak memerlukan biaya operasi yang tinggi. Metode ini hanya digunakan untuk memisahkan partikel-partikel padat di dalam limbah. Beberapa kegiatan yang termasuk dalam pengolahan secara fisik antara lain seperti floatasi, sedimentasi, dan filtrasi.
2.        Pengolahan kimia
Pengolahan secara kimia disebut juga pengolahan sekunder (secondary treatment) yang bisanya relatif lebih mahal dibandingkan dengan proses pengolahan secara fisik. Metode ini umumnya digunakan untuk mengendapkan bahan-bahan berbahaya yang terlarut dalam limbah cair menjadi padat. Pengolahan dengan cara ini meliputi proses-proses seperti netralisasi, flokulasi, koagulasi, dan ekstrasi.
3.        Pengolahan biologi
Pengolahan secara biologi merupakan tahap akhir dari pengolahan sekunder bahan-bahan organik yang terkandung di dalam limbah cair. Limbah yang hanya mengandung bahan organik saja dan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, dapat langsung digunakan atau didahului denghan pengolahan secara fisik.
Pemanfaatan Limbah sebagai Pupuk Kandang
1.        Pengertian
Di negara China tidak jarang dapat dilihat pembuangan limbah peternakan disatukan penampungannya dengan limbah manusia, untuk kemudian dijadikan pupuk organik tanaman hortikultura. Selain itu ada juga yang mencampurnya dengan lumpur selokan, untuk kemudian digunakan sebagai pupuk. Sebanyak 8-10 kg tinja yang dihasilkan oleh seekor sapi per hari dapat menghasilkan pupuk organik atau kompos 4-5 kg per hari. Farida (2000) mengungkapkan bahwa produksi kokon tertinggi diperoleh dari pemanfaatan 50 % limbah feces sapi yang dicampur dengan 50% limbah organik rumah tangga, yang bermanfaat untuk dijadikan pupuk organik. Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003).
2.        Metode Pengolahan
Proses pengomposan akan segera berlansung setelah bahan-bahan mentah dicampur. Proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Selama tahap-tahap awal proses, oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. Suhu akan meningkat hingga di atas 50o - 70o C. Suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba Termofilik, yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Pada saat ini terjadi dekomposisi/penguraian bahan organik yang sangat aktif. Mikroba-mikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO2, uap air dan panas. Setelah sebagian besar bahan telah terurai, maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut, yaitu pembentukan komplek liat humus. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. Pengurangan ini dapat mencapai 30-40% dari volume/bobot awal bahan.
Proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (tidak ada oksigen). Proses yang dijelaskan sebelumnya adalah proses aerobik, dimana mikroba menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organik. Proses dekomposisi dapat juga terjadi tanpa menggunakan oksigen yang disebut proses anaerobik. Namun, proses ini tidak diinginkan, karena selama proses pengomposan akan dihasilkan bau yang tidak sedap. Proses anaerobik akan menghasilkan senyawa-senyawa yang berbau tidak sedap, seperti: asam-asam organik (asam asetat, asam butirat, asam valerat, puttrecine), amonia, dan H2S.
Tabel organisme yang terlibat dalam proses pengomposan
Kelompok Organisme
Organisme
Jumlah/gr kompos
Mikroflora
Bakteri; Aktinomicetes; Kapang
109 - 109; 105 108; 104 - 106
Mikrofanuna
Protozoa
104 - 105
Makroflora
Jamur tingkat tinggi
Makrofauna
Cacing tanah, rayap, semut, kutu, dll
Proses pengomposan tergantung pada :
1.     Karakteristik bahan yang dikomposkan
2.     Aktivator pengomposan yang dipergunakan
3.     Metode pengomposan yang dilakukan
3.        Kandungan
Kandungan unsur-unsur hara kompos bila dibandingkan dengan pupuk organik yang lainnya
No
Jenis-jenis pupuk
Unsur -Unsur hara dalam 10 ton
N
P2O5
K2O
Kg
1
Pupuk kandang
24
30
27
2
Kompos
22
4
43
3
Jerami
40
30
50


Kandungan nutrisi dari pupuk kompos
No
Jenis Nutrisi
Kandungan
1
Karbon (C)
19-40
2
Nitrogen (N)
2,0-2,5
3
Fosfor (P)
0,01-0,14
4
Kalium (K)
0,39-1,35
5
Magnesium (Mg)
0,04-0,21
6
Kalsium (Ca)
0,13-1,32
7
Air
10-15
8
C/N
9,0-20,0
4.        Tahapan Pembuatan
v  Tahap persiapan :
·           Persiapkan tempat yang terhindar dari matahari langsung
·           Buat larutan Bacillus dengan perbandingan 2 liter air ditambah 5 sendok makan Bacillus
v  Tahap pembuatan :
a.    Aduk kotoran sapi supaya tidak menggumpal atau jika ada sisa-sisa pakan agar tercampur
b.    Tiriskan atau semprot larutan Bacillus sambil diaduk sedikit demi sedikit sampai betul-betul rata
c.    Pemberian larutan Bacillus dihentikan bila adonan diatas sudah cukup baik/merata, dengan ciri tidak adanya lelehan air jika adonan dikepal dengan tangan
d.   Tutup rapat dengan alat penutup, agar tidak kena sinar matahari langsung
e.    Setelah 3 hari adonan dibongkar dan diaduk-aduk sambil ditambahkan lagi larutan Bacillus sampai mencukupi (sama seperti di atas). Hal yang sama dilakukan sampai umur 2 minggu
f.     Setelah tenggang waktu 2 minggu ditutup kembali dan ditunggu sampai umur 3 minggu
g.    Umur 3 minggu siap dibongkar kembali sambil diaduk-aduk dengan maksud diangin-anginkan sambil diberi kapur secara merata untuk selanjutnya pupuk siap digunakan.
5.        Bahan dan Alat yang Digunakan
v  Bahan :
Ø  Kotoran sapi yang sudah kering dengan kadar air 15 – 85 %
Ø  Sampah organik berupa sisa - sisa pakan sapi 10 %
Ø  Air
Ø  Larutan Bacillus
Ø  Dolomit / kapur gamping
Ø  Gula pasir
v  Alatalat yang digunakan :
Ø  Sekop untuk mencampur atau membalikkan kotoran sapi
Ø  Ember untuk membuat larutan Bacillus
Ø  Penutup (plastik, karung goni, alang-alang, dan sejenisnya)
6.        Kelebihan serta kekurangan dari Kompos
Pupuk organik berupa kompos apabila dibandingkan dengan pupuk anorganik atau buatan, memiliki kelebihan, antara lain:
- memperbaiki tekstur tanah
- meningkatkan pH tanah
- menambah unsur-unsur makro maupun mikro
- meningkatkan keberadaan jasad-jasad renik dalam tanah
- relatif tidak menimbulkan polusi lingkungan.
Sedangkan kelemahan dari pupuk kompos sendiri yaitu;
-          Jumlah pupuk yang diberikan lebih tinggi daripada pupuk anorganik
-          Respon tanaman lebih lambat
-          Menjadi sumber hama dan penyakit bagi tanaman.
Kesimpulan
Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (tidak ada oksigen). Kompos memiliki unsur kimia diantaranya karbon, nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, karbon dan air yang masing-masing memiliki proporsi berbeda. Kompos merupakan salah satu pengolahan limbah kotoran hewan secara biologik yaitu fermentasi dengan adanya bantuan bakteri Bacillus. Kelebihan dari kompos diantaranya meningkatkan pH tanah, meningkatkan keberadaan jasad-jasad renik dalam tanah dan tidak menimbulkan polusi lingkungan. Sedangkan kerugian dari kompos diantaranya respon tanaman lebih lambat dan menjadi sumber hama dan penyakit bagi tanaman.
Saran
Kompos merupakan salah satu cara untuk meminimalisir semakin banyaknya pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan seperti dari kotoran sapi. Melihat banyaknya manfaat yang diberikan dari pembuatan kompos, maka hendaknya pemerintah lebih peka dan menggalakkan program ini secara maksimal dan dalam skala besar. Diharapkan dengan pembuatan komposini maka akan mengurangi biaya produksi dalam proses budidaya tanaman maupun bidang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,2010.http://www.denpasarkota.go.id/instansi/file/?Pembuatan%20Pupuk%20Organik%20Padat.htm  Diunduh tanggal 25 Februari 2012 pukul 16.40 WIB.
Anonim. 2012. http://onlinebuku.com/2008/12/20/pemanfaatan-limbah-kotoran-ternak/. Diakses tanggal 28 Februari 2012 pukul 15.34 WIB
Muslihat, Lili. 2012. Tehnik Pembuatan Kompos Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanah Di Lahan Gambut. Wetlands International-Indonesia Programe:Bogor.
Nurtjahya, Eddy. Dkk. 2003. Pemanfaatan limbah ternak ruminansia untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Makalah Pengantar Falsafah Sains. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Yusuf, Tohari, 2009. http://tohariyusuf.wordpress.com/2009/04/25/kandungan-hara-pupuk-kandang/ Diunduh tanggal 25 Februari 2012 pukul 16.45 WIB.

Pengikut