Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 30 Juli 2013

Pelajaran hari ini



Mungkin ini lah masalah yang dimiliki orang yang tak berpangkat, berkedudukan dan berilmu lebih tinggi. Masalah yang dihadapi berupa ketidak percayaan orang orang yang memiliki kedudukan, berpangkat dan berilmu lebih tinggi darinya. Saya selaku mahasiswa baru merasakannya sekarang.

Aku telah berkali-kali menjelaskan semua yang telah saya lakukan tetapi tak satupun yang lebih tinggi mempercayainya. Berkali-kali pula saya dijatuhkan dan dituduh atas tindakan yang bukan karena ulah saya padahal saya melakukan semua yang telah saya lakukan, saya kembalikan apa yang telah saya pinjam, dan saya bersihkan apa yang telah saya kotori. Tetapi nyatanya hari ini saya di bantah lagi,padahal dulu-dulunya sudah saya jelaskan apa yang saya lakukan itu nyatanya tak ada satupun yang percaya.

Aku lelah dengan omong kosong itu, aku marah tapi lebih memilih mengalah, aku menyerah dengan keadaan, karena tak ada satu buktipun yang dapat menguatkanku akan semua itu. Tiga hari lebih yang telah aku habiskan untuk semua itu tapi nayanya semua sia-sia. Tiga hari yang tak pernah di anggap oleh para petinggi, tiga hari kelelahan yang tak pernah terbayar, tiga hari yang tak terhitung oleh alam. Mengapa aku dulu mau berkorban demi teman-temanku yang ternyata ahirnya begini.

Aku dulu melakukan demi semuanya, demi meredam kemarahan antara teman, demi menghormati sang pemilik tapi nyatanya setelah sekian hari semua itu tak pernah di anggap. Sejuta kata pembelaan sepertinya tak pernah tercatat, sejuta alasan tak pernah terdengar. Akulah manusia yang belum berpangkat, berderajat dan berilmu seperti mereka. Aku tak pernah merasa salah karena aku memang tak bersalah, tetapi aku orang yang di anggap bermasalah oleh mereka yang merasa terusik.

Penjelasan yang kubuat seperti sampah yang ada di tong sampah, yang jika di pukul akan berbunyi dan menengung di telinga tetapi tak pernah ada yang mau mendengarkannya. Aku bagaikan sampah orang-orang berkedukdukan di atasku, membuangku, mengusirku dan menginjak-injaknya hingga membusuk dan tercium oleh orang yang lewat.


Akulah manusia yang belum berpangkat, berderajat dan berilmu seperti mereka. Aku tak pernah merasa salah karena aku memang tak bersalah, tetapi aku orang yang di anggap bermasalah oleh mereka yang merasa terusik. Mereka orang-orang yang berkedudukan, berpangkat dan berilmu lebih. Aku hanyalah lalat pengusik jiwa mereka. Yang selalu ada untuk melakukan simbiosis bersama mereka. Aku tak akan pernah keluar dari kehidupan mereka karena mereka adalah separuh kehiupanku. Biarkanlah lalat ini pergi ke tong sampah, mengais-ngais kotoran busuk itu, membiarkannya terus membusuk hingga suatu hari akan kelur menjadi sesuatu yang lebih berguna lagi. Suatau hari nanti aku pasti akan keluar dari tong sampah itu dan dengan berbangga hati akan kujelaskan pada mereka keadaan itu hingga mereka percaya apa yang telah aku lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut