Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 08 April 2013

malas




Udaranya dingin
Selimut pun tak bisa lepas dari tubuh
Guling ingin sekali dipeluk semakin erat
Kasur seakan semakin nyaman untuk di tiduri
Ternyata diluar kabut putih juga menyelimuti bumi
Angin sepoy-sepoy membuat semakin dingin
Membuat nafas sesak
Membuat tak ingin keluar dari balik selimut

Pagi yang nyatanya dingin, seberkas hujan semalam
Menyelimuti setiap penghuni bumi
Sepi dan sunyi, membuatku semakn malas beranjak
Apa dayanya waktu tak mengijinkanku untuk tak beranjak

Air pagi ini sama sekali tak menyegarkan
Dingin, menggigil semua sumsum tulang
Semua rambut-rambut berdiri bagai menara piza di itali
Menantang tubuh untuk merasakan dinginya pagi
Mencekam dan penuh harap

Kicauan burung tak dapat menenangkan pikiran
Suara mobil membuatku semakin bermalas-malasan
Tak dapat kudengar suara seorangpun
Mungkinkah aku sudah terlambat?

Semua terlihat putih
Dingin dan sedikit segar
Setiap langkah di bumi lenyap ditelan kabut
Hanya ketidak pastian yang ada di depan sana
Apa gerangan yang akan terjadi?

Matahari yang biasanya sudah benerang menerangi
Hari ini bermalas-malasan sepertiku
Sudah jam segini tak seberkas cahaya kuningpun masuk kedalam alam bumi
Yang ada putih, berair dan dingin

Ingin kembali ke kamar rasanya jika begini
Tetapi banyak pekerjaan yang hari ini tak boleh tertunda
Sayangku telah menunggu di ujung dunia
Untuk segerakulamar
Aku harus tetap semangat sampai ujung hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut