Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 05 April 2013

penelitian yang kacau balau "Berpihak"




Semua seolah-olah berpihak pada nya si D. Aku terjahui dan terkucilkan. Mungkin ini salahku dan ditambah omongannya. Salahku yang tak pernah melakukan pembelaan dan membiarkannya untuk terus omong kosong di depan teman-temanku sehingga mengakibatkan semua oarng menganggapnya dia lah yang benar sedangkan aku yang salah. Omongnnya seakan-akan dialah yang benar tak ada cacat, menganggap semua kejadian itu benar dan aku salah, mengadu domba, tak bisa menjaga rahasia, dan suka ceplas-ceplos tak tahu diri.

Pada dasarnya bukan kali ini kejadian seperti ini berlangsung. Sudah ke 3 x nya kejadian ini terjadi padaku yang disebapkan olehnya. Pertama-tama aku merasa iklas karena selama itu aku tak merasakan kehilangan apa-apa kecuali tenaga tetapi kali ini dia membutaku merugi besar-besaran. Dia merugikanku soal waktu, uang, tenaga dan pikiran. Waktu seminggu itu tak sedikit, 7 hari, 168 jam, 10080 menit dan 604800 detik. Seminggu itu bisa menghemat biaya penelitian Rp 275.000, menghemat bensin hingga Rp. 50.000, menghemat biaya makanku 21X Rp 4.000, menghemat waktu luangku untuk mengerjakan skripsi, dan menghemat tenagaku untuk memberi makan dan minum saat penelitian.

Sayangnya karena aku tak pernah membela diri aku tak bisa mendapatkan hak-hak ku untuk terlepas dari semua itu. Sekarang aku merasakan rugi seumur hidupku karena waktu itu pada dasarnya tak bisa kembali. Aku juga merasa rugi karena saat semua sudah mulai mengerjakan skripsi aku masih penelitian, seharusnya aku juga sudah bisa mengolah dataku.

Nasi sudah menjadi bubur. Mau bagaimana lagi? Ya buburnya tinggal di beri santan dan garam saja agar dapat dinikmatai dengan nikmat. Tetapi dalam hati masih menginginkan nasi, berharap nasi malah menjadi bubur itu sungguh menyebalkan. Walaupun memang sama-sama dapat dinikmati tapi kalau inginnya nasi ya ingin nasi jika dapatnya bubur ya rasanya menyebalkan. Tapi kalau garam dan santanya tak ada bagai mana??? Apakah itu enak???

Sekarang si T, si P, dan si S sama-sama membela dia, walupun mereka sudah tahu alasanku marah padanya tapi kenapa mereka masih membela si D. Memang disini akulah yang dirugikan, yang dijadikan tumbal untuk keberhasilan si D. Saat si D berhasil dan aku terpuruk berhenti dan di tinggalkan semuanya malah semuanya tertawa terbahak-bahak di depanku. Sungguh malang kurcaci ini, sudah jatuh karena ulah si gajah, tak ada yang membantu, dan sekarang di tinggal lari.

Tapi jangan kawatir, hati ini, jiwa ini, dan raga ini masih setia menemani hingga hati , jiwa dan raga ini dipisahkan oleh maut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut