Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 27 Oktober 2011

3 Makanan Pencegah Jerawat

yogurt
 VIVAnews - Pada beberapa orang, jerawat menjadi masalah kesehatan kulit yang tak kunjung selesai. Obat jerawat atau perawatan kulit yang mahal memang tak menjamin bisa mengatasi jerawat secara efektif.
sayuran
tiram
Menurut Elliott Weiss, M.D., dokter kulit dari Laser & Skin Surgery Center of New York, sebuah penelitian menunjukkan kebiasaan makan Anda berkontribusi besar terhadap munculnya jerawat. Termasuk, memperburuk kondisi jerawat 

"Satu hal yang menarik, jerawat jadi masalah dominan pada masyarakat yang mengikuti diet barat (konsumsi gula dan produk biji-bijian olahan yang tinggi). Sedangkan, pada masyarakat yang mengikuti diet ala pemburu dan peramu (konsumsi daging, sayuran, biji-bijian, dan tidak mengonsumsi makanan olahan atau kemasan) tidak memiliki masalah dengan jerawat," katanya seperti dikutip dari
Totalbeauty.com.

Hal ini tak lepas dari pemicu utama jerawat yaitu kondisi hiperkeratosis folikel (proliferasi), yang mengarah ke penyumbatan folikel dan peradangan. Pada kenyataannya, makanan yang Anda konsumsi setiap hari berkontribusi terhadap proses ini.

Menurut dr Weiss, makanan yang harus dihindari untuk mencegah munculnya jerawat adalah makanan manis, konsumsi produk susu berlebihan serta produk biji-bijian olahan. Cara ini bukan hanya akan mempercantik kulit, tetapi juga menjaga lingkar pinggang dan bobot tubuh Anda. Selain itu, perbanyak juga konsumsi tiga makanan ini.

1. Sayur dan buah dengan kadar air tinggi
Sayuran dengan kadar air tinggi, bisa membantu mengurangi munculnya jerawat. Air merupakan kunci untuk menghentikan penyumbatan dan membuang racun yang bisa memicu jerawat. Untuk itu, perbanyak konsumsi buah dan sayur berkadar air tinggi seperti mentimun, semangka, wortel, kiwi dan tomat.

2. Tiram
Makanan satu ini memang diketahui bisa meningkatkan hasrat seksual. Manfaat lainnya adalah mampu menyembuhkan jerawat karena kandungan zincnya yang tinggi. Zinc membantu mengontrol pelepasan hormon pemicu jerawat.
 

3. Yogurt
Produk susu diketahui bisa memicu munculnya jerawat. Namun, kandungan bakteri baik pada yogurt dapat membantu mencegah munculnya bakteri jahat pemicu pembentukan jerawat.  Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi yogurt tawar dan tambahkan irisan buah segar, seperti pisang atau apel. (eh)
• VIVAnews

Rabu, 26 Oktober 2011

11 gejala Kangker yang perlu diketahui

Apa pun jenisnya, kemunculan kanker dalam tubuh seseorang biasanya dibarengi dengan rendahnya kualitas hidupnya. Yang paling terasa adalah tidak bersemangatnya penderita dalam mengarungi hidup seperti sedia kala. Berbagai urusan seakan terhambat dan di hadapannya hanya ada persoalan kematian.
Walau pun tiap penyakit pasti ada obatnya, namun seringkali diagnosa kanker baru dilakukan penderitanya saat mencapai stadium lanjut. Ini yang membuat penanganan kanker menjadi lebih sulit. Biasanya , jika sudah begini, dokter segera menentukan taksiran “jatah hidup” kepada keluarga penderita dan menyuruh keluarga untuk membahadiakan penderita di “sisa hidup”-nya.
Agar kasus seperti itu tidak berlanjut terus, informasi gejala dini kanker memang harus dikenalkan kepada khalayak. Semakin dini diketahui ada sel abnormal dalam tubuh, maka kemungkinan sembuh dari kanker makin besar. Untuk itu, ada beberapa gejala kanker yang patut untuk disimak:
1.       Jika Anda mengalami penurunan berat badan secara mendadak, bisa menjadi awal gejala hadirnya kanker usus atau kanker lain di pencernaan, Segera periksakan kondisi alat cerna Anda.
2.      Kanker ovarium bisanya ditandai dengan kembung yang ditambah rasa sakit. Sakitnya bisa terasa secara teratur dan perutseakan selalu kenyang meski jarang terisi makanan.
3.      Muculnya pendarahan di organ kewanitaan yang tidak normal, bisa diduga ada masalah dalam rahim yang memunculkan potensi kanker mulut rahim.
4.      Kalau ada penebalan kulit, kemerahan, dan benjolan di payudara, segera konsultasikan kepada dokter yang berkompeten. Itu menjadi sebab awal hadirnya kanker payudara. Pria juga bisa terserang kankerini meski potensinya lebih kecil dari wanita.
5.       Gejala kanker kulit ditandai dengan perubahan tekstur kulit, kutil, tahi lalat, dan pigmentasi.
6.       Kalau Anda sulit menelan, mungkin itu tanda kanker tenggorokan. Gejala lainnya adalah adanya gangguan pencernaan yang konstans.
7.       Kalau Anda perokok dan memiliki perubahan di mulut dan punya luka serius, menjadi gejala awal kanker mulut. Kanker ini bisa dipicu faktor lain, misalnya  seks oral
8.      Ketika kelenjar getah bening menimbulkan benjolan yang menetap, bisa menjadi tanda kanker darah atau kanker limfa.
9.      Kanker darah bisa dilihat dari tanda demam yang tidak diketahui penyebabnya dan berlangsung lama. Selain itu, juga ditemukan nyeri yang menetap.
10.   Kalau Anda perokok dan punya sakit batuk yang tidak kunjung sembuh, mungkin tanda paru-paru Anda dihinggapi sel kanker penyebab kanker paru-paru.
11.    Kondisi fisik yang selalu lelah dan lemah dalam jangka panjang, bisa disebabkan karena munculnya kanker.


Aku Tenggelam

Aku tenggelam
Tenggelam dalam laut yang dalam
Tenggelam dalam suatau misi penyelaman hidup
Mengarungi ruang dan waktu

Aku tenggelam dalam arus sang zaman
Yang menarikku ke dalam alam bawah sadar
Dan ketika ku sadar
Aku telah terlanjur jatuh ke dalam

Aku tak tahu arus berbuat apa
Yang pasti akau bimbang di tengah-tengah gelombang
Apakah akan ku salami lebih dalam sampai dasar
Apa aku harus kembali muncul ke permukaan

Aku tersesat di tengah-tengah pasang
Terdiam terombang-ambing sang gelombang
Linglung tak tahu arah dan tujuan
Dalam pikiranku
Apa yang harus aku lakukan

Haruskah aku terus menyelam
Untuk mengambil putihnya mutiara
Atau aku harus kembali
Dan memulainya kembali suatu saat nanti

Lebih baik aku uterus menyelam
Walau tersenggal-senggal
Karna diriku sudah terlanjur tenggelam
Tenggelam terlalu dalam

Minggu, 23 Oktober 2011

Tanda Seorang Pria Jatuh Cinta

Cinta memang penuh warna. Tidak sedikit orang yang mabuk kepayang setelah merasakan asiknya cinta. Orang jatuh cinta bahkan berani mengorbankan apapun demi mendapatkan perhatian dari orang yang dicintainya.
Pria adalah sosok yang lebih cepat merasakan jatuh cinta kepada wanita. Dilihat dari perilakunya, ternyata mudah mengindikasikan apakah pria sedang tergila-gila. Dan, seperti dilansir Glamour,  inilah sinyal yang ditunjukkan pria saat mabuk asmara:
·         Bersikap gentleman
Pria akan menunjukkan bahwa dia seorang pria sejati di hadapan wanita yang dicintainya. Dia ingin menunjukkan eksistensi di mata pasangannya.
·          Cepat balas sms
Pria tidak akan menyiakan sedikit pun perhatian dari orang yang dicintai. Begitu sang wanita mengirim pesan pendek, maka secepatnya dia akan meresponnya. Pokoknya seperti kata politisi, “lebih cepat lebih baik.
·          Mengenalkan pasangan kepada keluarga, kerabat, dan kolega
Kemantapan hati seorang pria kepada pasangannya, membuatnya tidak ragu memperlihatkan hubungan cintanya kepada siapa pun.
·         Menyukai kekasihnya apa adanya
Seorang pria mampu menerima apa pun kondisi wanita pujaan hatinya. Dia tidak memandang segi fisik, pemikiran, atau tindakan. Dia menyadari terhadap kekurangan yang pasti ada dalam diri seseorang. Dan, dia berusaha menjadi pengayom atas ketidaksempurnaan itu.
·          Saat melakukan seks, dia berusaha menyenangkan pasangan.
Begitu pula sampai urusan ranjang. Pria yang jatuh cinta mampu membuat suasana menjadi sangat romantis. Kemauannya memuaskan pasangan juga besar.

Selasa, 18 Oktober 2011

Kisah Achmad Ubaidilah Menantu Sang Raja Jogja



Pada tanggal 18 Oktober 2011 Sri Sultan Hamengkubuwono X menikahkan putri bungsunya Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni. Menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X kali ini mungkin belum banyak dikenal. Pria bernama Achmad Ubaidilah tersebut yang telah menikahi putri bungsu Sri Sultan, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni. Sebelum menikahi putri sultan Ubai panggilan Ubaidillah telah resmi menjadi bangsawan Keraton Jogjakarta Hadiningrat dengan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara pada bulan Juli 2011.
 Ubai adalah pemuda biasa, lahir di Jakarta pada 26 Oktober 1981, saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Sejak bulan Maret yang lalu, ia diangkat sebagai Kasubid Komunikasi Politik Bidang Media Cetak. 
“Saya jadi Kasubid Komunikasi Politik Bidang Media Cetak. Mengurusi wartawan juga. Di sini dibagi, saya Kasubid cetak, ada juga yang elektronik, yaitu Pak Supri,” kata Ubai saat berbincang dengan para wartawan media di Keraton Kilen setelah acara Wisuda Calon Menantu Dalem, Minggu (3/7/2011).Sebelum menduduki jabatan itu, pria lulusan S2 Ilmu Pemerintahan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), Cilandak, Jakarta Selatan, tersebut, adalah ajudan mantan Sekretaris Wapres, Tursandi Alwi. Ubai mengaku bekerja bersama Tursandi sejak tahun 2003 saat ia baru saja meniti karir sebagai PNS saat dirinya baru lulus dari STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) dan Tursandi masih menjadi gubernur Lampung.Tahu kalau keluarganya berasal dari Lampung, Tursandi, yang pada waktu itu menjabat sebagai Gubernur Lampung, menawari Ubai untuk menjadi ajudan. 3 Tahun kemudian, Ubai memutuskan untuk mengambil gelar master di IIP. Setelah menamatkan kuliah, ia kembali bekerja dengan Tursandi, yang sudah berganti jabatan sebagai Seswapres.“Saya dekat sekali dengan Pak Tursandi, jadi saya anggap orang tua,” kata Ubai.Ubai mengungkapkan, sejak kecil dirinya menjalani hidup apa adanya dan tidak pernah bermimpi muluk-muluk. Apalagi ingin memiliki istri seorang putri raja. Maklum, dia tidak berasal dari keluarga pejabat tinggi atau pengusaha, apalagi ningrat.
Sama dengan istrinya yang merupakan putri bungsu Sri Sultan, Ubai adalah putra bungsu dari enam bersaudara. Ia memang lahir dan besar di keluarga PNS.Orang tuanya yang asal Lampung adalah orang biasa. Almarhum ayahnya, H. Jusami Ali Akbar, adalah pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ibunya, Hj. Nurbaiti Helmi, merupakan pensiunan Kantor Kementerian Agama.

“Orang tua saya saja yang Lampung, saya lahir di Jakarta. Keluarga saya anaknya lahir di Jakarta semua, karena bapak dan ibu saya merantau. Jadi anak-anaknya nggak ada di Lampung,” kata penggemar olah raga bersepeda ini.Pada awalnya, lanjut Ubai, keluarga besarnya tinggal di Galur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kini ia tinggal bersama ibunya di sebuah rumah di belakang Rumah Sakit Budi Asih, Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Keluarganya pindah ke rumah baru itu pada saat waktu ia baru lahir.Menurut pria berperawakan tinggi ini, ibu dan kelima kakaknya mendukung penuh pernikahannya dengan keluarga Keraton Yogyakarta. Hanya saja, ibunya sempat tidak percaya kalau perempuan yang akan dipersuntingnya adalah keturunan dari Sri Sultan.“Ibu saya sempat bertanya berkali-kali. ‘Bener ini besan saya Pak Sultan?’ katanya. Beliau nggak percaya, bener nggak ini anaknya mau ngawinin putri raja? Saya pikir itu logis saja, ya. Akhirnya saya meyakinkan beliau. Saya cinta dan suka dengan Reni,” tutur Ubai.

Perkenalan Ubai dengan Jeng Reni –panggilan akrab GRAj Nurastuti Wijareni– terjadi pada Januari 2007. Saat itu, dia diajak temannya menemui anak tertua Sultan, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurmalita Sari, di salah satu mal di Jakarta. Saat itu, Nurmalita membawa serta adik-adiknya. Yakni GRAj Nurkamnari Dewi, GRAj Nurabra Juwita, dan GRAj Nurastuti Wijareni. ’’Pertemuan pertama itu, saya langsung tertarik sama Reni karena orangnya diam sambil makan,’’ tuturnya.
Malamnya, Ubai mencoba meminta nomor ponsel Reni dari kakaknya, tetapi tidak diberi. Beruntung, beberapa hari kemudian, ada pertemuan kedua yang kembali mempertemukan dirinya dengan Reni. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ubai langsung meminta nomor telepon Reni. ’’Setelah itu, ya kami intens SMS-an, telepon-teleponan,’’ ceritanya.
Ubai sempat cemas. Sebab, Reni hanya memiliki waktu beberapa bulan di Jakarta karena harus kembali melanjutkan kuliah di Swiss. Saat itu, finalis Miss Indonesia 2009 tersebut sedang memanfaatkan waktu libur untuk penelitian skripsi tentang transportasi massal, busway, di Jakarta.
Tak mau berlama-lama, saat menonton Java Jazz pada Maret, Ubai mengungkapkan isi hatinya. ’’Tetapi, saya bilang lagi cari istri. Kalau mau, ayo,’’ ungkap Ubai kepada Reni.
Namun, Reni tidak langsung menerima permintaan menikah dari orang yang baru beberapa bulan dikenalnya itu. Seperti halnya orang Jawa, dia tidak mau mengatakan secara tegas sikapnya. Reni hanya menjawab secara diplomatis. ’’Katanya, jalani saja dulu. Tetapi, menurut saya, itu pun sudah cukup menjawab bahwa dia bersedia menikah sama saya,’’ tegasnya.
Alhamdulillah, kata Ubai, hari demi hari, hubungan mereka semakin serius. Meski Reni telah kembali ke Swiss, hubungan mereka tetap terjaga. Ubai memanfaatkan teknologi internet untuk tetap bisa berkomunikasi dengan kekasihnya tersebut. ’’Kan ada YM (Yahoo Messenger) dan Skype, meski saya harus tidur larut malam menunggu online,’’ tuturnya.
Saat itu, Ubai masih menjadi staf pribadi Seswapres Tursandi. Kesibukannya sering membuat dirinya pulang pukul 20.00 hingga 22.00. Meski capek, Ubai tidak lantas tidur. Dia memilih menghubungi kekasihnya yang sedang pulang kuliah. ’’Iya. Sebab, kalau di sini pukul 11 malam, di sana (Swiss, Red) pukul 6 sore, pas Reni pulang kuliah. Tetapi, saya ya harus tahan ngantuk dulu,’’ paparnya.
Setelah menjalani hubungan sekitar empat tahun, Ubai lantas melangkah ke jenjang yang makin serius, yaitu melamar Reni. Dia meminta Seswapres Tursandi menjadi wakil keluarga untuk menemui ayah Reni, Sultan HB X. Seperti lelaki pada umumnya, dia sempat grogi menemui Sultan. ’’Tetapi, tekad saya sudah bulat. Saya cinta sama Reni,’’ ujarnya.
Ubai memandang, kedudukan Sultan sebagai raja hanya nilai plus Reni. Tanpa dia sebagai anak raja pun, Ubai menegaskan akan tetap menikahi Reni. Sebab, dirinya mengaku sudah cocok dari segala hal dengan anak bungsu Sultan itu.
 ’’Saya merasa sudah siap menemui Sultan. Untungnya, orangnya baik. Ibu Kanjeng Ratu Hemas juga baik,’’ katanya memuji calon mertuanya.
Sebenarnya, itu bukan pertemuan pertama dengan Ngarso Dalem (sebutan rakyat Jogja untuk Sultan). Beberapa saat setelah berkenalan pada 2007, Reni berani membawa Ubai menemui keluarga besarnya. Tepatnya saat Sultan berulang tahun pada 2 Maret. ’’Alhamdulillah, Sultan orangnya baik. Tetapi, saya ditanya kerjanya di mana, tinggalnya di mana,’’ kenangnya.
     Setelah lamaran selesai, Ubai mulai lebih banyak berbincang dengan calon mertuanya itu. Meski bukan orang Jawa dan sama sekali tidak bisa berbahasa Jawa, dia yakin bisa bergaul dengan kalangan bangsawan dengan sopan. Sultan tidak mempermasalahkan dirinya yang bukan keturunan Jawa.  ’’Sultan bilang, banyak kok saudara saya yang menikah dengan orang Kalimantan dan Sumatera,’’ ungkapnya.
Anak bungsu di antara enam bersaudara tersebut menegaskan sangat mencintai strinya itu. Sebab, meski merupakan putri raja, sikap Reni tidak manja dan sombong. ’’Reni memang lemah lembut, ayu, dan berpandangan luas. Tetapi kalau ada yang berpikir anak raja itu kolot atau sombong, sampai sekarang nggak ada itu. Reni orangnya sederhana,’’ lanjut dia.
Bahkan, Reni tidak menolak ditraktir makan di tempat yang biasa saja. Tempat makan pinggir jalan favorit mereka adalah soto ceker Apjay (Apotik Jaya, Red) di Blok M. ’’Biasanya, habis futsal, saya ajak Reni makan di situ bersama teman-teman. Saya seminggu tiga kali futsal. Rabu di hanggar, Jumat di Baruna sama teman-teman kantor, Minggu di Pasar Minggu,’’ ungkapnya.
Sebelum sah menjadi keluarga keraton seusai pesta megah yang digelar di Jogja pada 16-19 Oktober nanti, Ubai mulai belajar bahasa Jawa dari calon istrinya. ’’Contohnya, mau pamit, nuwun sewu. Tetapi, susah ya kalimat Jawa itu. Saya sering diketawain kalau salah ngomong,’’ katanya lantas tersenyum.
Mendekati hari H pernikahan, Ubai semakin deg-degan. Undangan telah dicetak dengan dua versi, bahasa Indonesia dan Inggris. Tapi, dia malah bingung saat disebut ada juga undangan yang berbahasa Jawa yang dipersiapkan Reni. Untuk suvenir, mereka berdua yang menyiapkan.  ’’Suvenirnya buku notes yang ada nama kami di dalamnya. Sampulnya dari batik. Kami sudah pesan untuk 4.300 tamu,’’ ungkapnya.
     Undangan yang disebar, kata Ubai, paling banyak untuk tamu Sultan. Sebab, keluarganya sudah menyiapkan acara ngunduh mantu pada 27 November di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, dengan memakai adat Lampung.  ’’Jadi, kalau di Jogja itu, kami ikut aturan keluarga Reni. Tapi, kalau di Jakarta, nanti ya pakai adat Lampung, pakai baju Tapis,’’ tegasnya.
     Ubai juga sudah mempersiapkan cuti kerja mulai 13 Oktober nanti. Undangan untuk Seswapres sudah dia serahkan sendiri. Sementara itu, untuk undangan bagi wakil presiden, pihak keraton yang akan menyerahkan langsung kepada Boediono.  ’’Setelah nikah nanti, Reni tinggal di Jakarta karena dia punya bisnis di Blok M Square. Jual pernak-pernik Jogja. Namanya Baticoo,’’ jelasnya.

Minggu, 16 Oktober 2011

Sistem Respirasi Pada Unggas

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sistem respirasi adalah suatu proses pertukaran gas oksigen (O2) dari udara oleh organisme hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolisme yang akan menghasilkan karbondioksida (CO2) yang harus dikeluarkan, karena tidak dibutuhkan oleh tubuh. Setiap makhluk hidup melakukan pernafasan untuk memperoleh oksigen O2 yang digunakan untuk pembakaran zat makanan di dalam sel-sel tubuh. Alat pernafasan setiap makhluk tidaklah sama, pada hewan invertebrata memiliki alat pernafasan dan mekanisme pernafasan yang berbeda dengan hewan vertebrata. Ada dua jenis respirasi yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup yaitu respirasi internal dan respirasi eksternal. Respirasi internal adalah proses absorpsi oksigen dan pelepasan karbon dioksida dari sel. Sedangkan respirasi eksternal adalah proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan sisa hasil metabolisme sel yang berupa O( Wiwi Isnaeni, 2006).
Sistem respirasi pada unggas (ayam) terdiri dari nasal cavities, larynx, trachea (windpipe), syrinx (voice box), bronchi, bronchiale dan bermuara di alveoli. Oleh karena unggas memerlukan energi yang sangat banyak untuk terbang, maka unggas memiliki sistem respirasi yang memungkinkan untuk berlangsungnya pertukaran oksigen yang sangat besar per unit hewan. Untuk melengkapi kebutuhan oksigen yang tinggi tersebut maka anatomi dan  fisiologi sistem respirasi unggas sangat berbeda dengan mammalia. Perbedaan utama adalah fungsi paru-paru. Pada mammalia, otot diafragma berfungsi mengontrol ekspansi dan kontraksi paru-paru. Unggas tidak memiliki diafragma sehingga paru-paru tidak mengembang dan kontraksi selama ekspirasi dan inspirasi. Paru-paru hanyalah sebagai tempat berlangsungnya pertukaran gas di dalam darah (Sembiring, 2009).
Menurut Diana, 2008 terdapat lima fungsi utama dari sistem respirasi, yaitu:
1.      Menyediakan permukaan untuk pertukaran gas antara udara dan sistem aliran darah.
2.      Sebagai jalur untuk keluar masuknya udara dari luar ke paru-paru.
3.      Melindungi permukaan respirasi dari dehidrasi, perubahan temperatur, dan berbagai keadaan lingkungan yang merugikan atau melindungi sistem respirasi itu sendiri dan jaringan lain dari patogen.
4.      Sumber produksi suara termasuk untuk berbicara, menyanyi, dan bentuk komunikasi lainnya.
5.      Memfasilitasi deteksi stimulus olfactory dengan adanya reseptor olfactory di superior portion pada rongga hidung.
Apabila dibandingkan dengan mammalia, paru-paru ayam relatif lebih kecil secara proporsional dengan ukuran tubuhnya. Paru-paru tersebut mengambang dan berkontraksi hanya sedikit karena tidak terdapat diafragma sejati. Paru-paru maupun kantung udara berfungsi sebagai cooling mechanism (mekanisme pendinginan) bagi tubuh apabila panas tubuh dikeluarkan lewat pernapasan dalam bentuk uap air. Laju respirasi diatur oleh kandungan karbon dioksida dalam darah. Apabila kandungan karbon dioksida meningkat, maka laju pernapasan juga akan meningkat. Laju pernapasan bervariasi antara 15-25 siklus/menit pada ayam yang sedang istirahat  (Frandson, 1992)

PEMBAHASAN
A.    Organ Sistem Respirasi Pada Ayam
Burung bernafas menggunakan paru-paru dan dibantu dengan pudi-pundi udara/paru-paru tambahan. Fungsi pundi-pundi udara adalah :
1.      Membantu penafasan
2.      Menjaga suhu tubuh dan mencegah kehilangan panas tubuh
3.      Membantu memperkeras suara dengan dengan memperbesar ruang siring
4.      Meringankan tubuh pada saat terbang (Wiryadi, 2008).
Ayam merupakan salah satu ternak yang termasuk dalam kelas aves. Adapun organ-organ yang berkaitan dalam sistem pernafasan paada aves, yaitu:
1.      Nares Anteriores (lubang hidung), berjumlah sepasang terdapat pada pangkal rostrum bagian dorsal.
2.      Nares Posteriores, lubang pada palatum, hanya 1 buah, terletak di tengah.
3.      Glottis, terletak tepat di belakang pangkal lidah dan melanjutkan ke caudal, ke dalam larynx. Glottis ini berhubungan dengan rongga mulut melalui celah yang disebut rima Glottis
4.      Larink, bagian yang disokong oleh cartilago cricoidea, dan cartilago arytenoidea yang berjumlah sepasang.
5.      Trachea adalah lanjutan larynx ke arah caudal. Ini berupa suatu pipa mempunyai cincin-cincin tulang yang disebut annulus trechealis.
6.      Bronchus adalah percabangan trachea ke kanan dan ke kiri, disebut Bronchus dexter dan sinister. Tempat percebangan branchia tadi disebut bifurcatio tracheae. Bronchi ini masih terbagi, ke dalam bronchi leteralis yang masing-masing akan terbagi lagi parabronchi.
7.      Pulmo, terdapat pada ujung-ujung bronchi berjumlah sepasang, melekat pada dinding dorsal thorax. Pulmo ini dibungkus oleh selaput yang disebut pleura.
Pulmo mempunyai hubungan dengan kantong-kantong hawa yang disebut saccus pneumaticus yang terdiri dari:
a.       Saccus abdominalis, terdapat diantara lipatan intestinum.
b.      Saccus trhoracalis anterior, terletak pada dinding sisi tubuh pada rongga dada sebelah muka.
c.       Saccus thoracolis posterior, terletak tepat di belakang saccus thoracolis anterior.
d.      Saccus interclavicularis, terletak di median, hanya satu buah dan berhubungan dengan kedua pulmo.
e.       Saccus cervicalis, terletak pada pangkal leher, berjumlah sepasang.
f.       Saccus axillaris, yaitu saccus yang dibentuk oleh penonjolan sisi-sisi dari saccus interreclavicularis yang terdapat pada daerah ketiak.
8.      Syrinx, terdapat pada bifurcatio tracheae. Tersusun dari beberapa annulus trachealis yang paling caudal dan annulus bronchialis yang paling cranial. Alat ini membatasi suatu ruangan yang agak melebar yang disebut tympanum.
Pada bagian trachea yang tercaudal terdapat suatu cartilago yang terletak melintang dan ventral ke dorsal, yang disebut pessulus. Pessulus ini menyokong suatu lipatan yang disebut membran seminularis. Adapun otot-otot yang terdapat di trachea dan syarinx, yaitu:
1.      Musculus syringealis intrinsic, sepasang berorigo pada dinding trchea, dan berinsertio pada syrinx.
2.      Musculus sterno trachealis, sepasang berorigo pada sternum dan berisertio pada trachea.
Suara pada aves dihasilkan oleh getaran dari membrana seminularis. Getaran ini terjadi karena hasil kerja otot-otot di atas. (Prof. Drs. Radiopoetra,1988).
Rongga hidung dilengkapi dengan silia (bulu getar) yang berperan menyaring partikel-partikel yang tercampur udara yang dihirup ayam, seperti debu maupun bibit penyakit (virus maupun bakteri). Sedangkan pada bagian trakea, bronkus dan bronkeolus dilengkapi dengan sel-sel epitel yang juga mempunyai bulu getar dan sel tak bersilia yang akan menghasilkan lendir yang mengandung enzim proteolitik dan surfaktan. Adanya enzim dan surfaktan (penurun tegangan permukaan) tersebut mampu menghancurkan beberapa mikroorganisme patogen. Silia hidung hanya mampu menahan partikel berukuran 3,7-7,0 mikron, sedangkan partikel yang lebih kecil lagi akan lolos dan bertahan di saluran pernapasan ayam. Perlu diketahui juga ukuran partikel yang berada di udara kebanyakan memiliki diameter 1-5 mikron, sedangkan ukuran virus atau bakteri lebih kecil lagi contohnya bakteri Mycoplasma berukuran 0,25-0,5 mikron atau virus AI hanya berdiameter 0,08-0,12 mikron. Bisa dibayangkan jika silia mengalami kerusakan (misalnya oleh kadar amonia yang tinggi), maka bibit penyakit akan dengan mudah masuk ke saluran pernapasan dan pada akhirnya ayam akan mengalami gangguan pernapasan yang berujung pada terjadinya kasus penyakit.
B.     Skema Respirasi Pada Ayam
Dalam sistem respirasi burung tidak memiliki diafragma, melainkan, udara berpindah dan keluar dari sistem pernapasan melalui perubahan tekanan pada kantung udara. Otot yang berada di dada menyebabkan sternum yang akan mendorong ke luar. Hal ini mengakibatkan tekanan negatif di udara kantung, sehingga udara memasuki sistem pernapasan (Drs. Foster dan Smith 2007).
C.     Siklus Respirasi Pada Ayam
Siklus respirasi pada ayam berbeda dengan sistem respirasi pada ternak ruminansia. Karena ruminansia termasuk ternak mamalia, namun secara garis besar siklus respirasi pada ayam sama dengan siklus respirasi pada aves. Berikut adalah siklus-siklus respirasdi yang terdapat pada ayam:
1.      Selama inspirasi pertama, perjalanan udara melalui lubang hidung, ( juga disebut nares yang terletak di sambungan antara bagian atas paruh atas dan kepala). Seperti dalam mamalia, udara bergerak melalui lubang hidung ke rongga hidung. Dari rongga hidung udara melalui larink dan ke trakhea. Udara bergerak melalui trakhea ke syrink, yang terletak di titik sebelum trakhea membagi dua. Yang kemudian mengalir melalui syrink. Udara tidak pergi langsung ke paru-paru, tetapi perjalanan ke posterior (kantung udara ekor). Sejumlah kecil udara akan melewati melalui kantung udara ekor untuk paru-paru.
2.      Selama expirasi pertama, udara dipindahkan dari posterior menuju ke kantung udara melalui ventrobronchi dan dorsobronchi ke paru-paru. Bronkus akan membelah udara ke saluran kapiler dengan diameter yang lebih kecil. Darah kapiler mengalir melalui kapiler udara dan ini adalah tempat oksigen dan karbondioksida dipertukarkan.
3.      Ketika burung mengulangi inspirasi kedua kalinya, udara bergerak ke kantung-kantung udara tengkorak.
4.      Ekpirasi kedua udara bergerak keluar dari udara tengkorak kantung, melalui syrink ke trakhea, melalui laring, dan akhirnya melalui rongga hidung dan keluar dari lubang hidung  (Foster dan Smith, 2007)
D.    Macam-Macam Sistem Mekanisme Respirasi Pada Ayam
Prof. Drs. Radiopoetra, 1988 membagi sistem mekanisme pernafasan pada ayam menjadi dua macam, yaitu:
1.      Pernafasan pada waktu istirahat

Pernapasan pada burung di saat hinggap adalah sebagai berikut. Burung mengisap udara lalu udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundi - pundi hawa, udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru lalu udara menuju pundi - pundi hawa depan. Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal, antara lain, aktifitas, kesehatan, dan bobot tubuh        (Moreng, 1985).
Pernafasan ini dilakukan ketika aves dalam kondisi istirahat. Pars ternalis costae dan pars vertibralis costae, keduanya dihubungkan oleh suatu persendiaan, sehingga dapat digerakkan. Adapun fase-fase yang terjadi ketika pernafasan istirahat, yaitu:
a.       Fase inspiratio, pada fase ini costae bergerak ke arah cranioventral, sehingga cavum thornealis membesar, pulmo mengembang sehingga udara masuk ke dalam pulmo.
b.      Fase expiratio, pada fase ini costae kembali ke kedudukan semula, cavum thornealis mengecil. Polmu mengempis, udara keluar dari pulmo.
2.      Pernafasan pada waktu terbang
Saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot yang berfungsi untuk terbang. Pada saat terbang, kantung udara berperan sangat penting. Inspirasi dan ekspirasi dilakukan bergantian oleh kantung udara di antara tulang coracoid (interclavicular sac) dan kantung udara di bawah tulang ketiak (subsapular sac). Saat mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang coracoid terjepit sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu masuk ke paru-paru (inspirasi). Saat sayap terkepak turun, kantung udara di bawah ketiak terjepit sementara kantung udara di antara tulang coracoid mengembang, sehingga udara masuk ke kantung udara di antara coracoid (ekspirasi). Semakin tinggi burung terbang, maka semakin cepat kepakan sayapnya, karena kadar oksigen pada udara di lapisan atas semakin kecil atau menipis (Campbell,1999).
Atau lebih mudahnya adalah sebagai berikut, pada waktu terbang saccus yamng berfungsi adalah saccus intercravicularis dan saccus axillaris. Apabila sayap diturunkan saccus axillaris akan terjepit, sehingga saccus intercravicularis longgar dan sebaliknya apabila sayap diangkat maka saccus axillaris akan membesar sedangkan saccus intercravicularismengecil, sehingga dapat terjadi pergantian udara dari luar ke dalam paru-paru.
E.     Perbedaan Sistem Respirasi pada Unggas (Ayam) dengan Mamalia
Paru-paru pada mamalia pertukaran oksigen denagn karbondioksida terjadi di kantung mikroskopis yang terdapat di paru-paru yang kemudian disebut dengan alveoli. Sedangkan pada paru-paru ayam, pertukaran gas terjadi di dinding mikroskopis tubulus, yang biasa disebut dengan kapiler udara.
Sistem pernapasan ayam lebih efisien dibandingkan pada mamalia. mentransfer oksigen lebih dengan masing-masing pernafasan. Ini juga berarti bahwa racun dalam udara juga ditransfer lebih efisien. Ini adalah salah satu alasan mengapa asap dari teflon beracun untuk aves, tetapi tidak untuk mamalia pada konsentrasi yang sama. Ketika membandingkan ayam dan mamalia dengan berat yang sama, ayam memiliki tingkat pernafasan yang lebih lambat. Respirasi pada ayam memerlukan dua siklus pernafasan untuk memindahkan udara melalui sistem pernapasan keseluruhan. Dalam mamalia, hanya satu siklus pernapasan diperlukan.
F.      Penyakit yang Menyerang Sistem Respirasi Ayam
1. CRD
Chronic respiratory disease (CRD), merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. CRD merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan bersifat kronis, artinya dapat terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Ayam yang terserang CRD menunjukan gejala ayam terlihat susah bernapas, ngorok dan nafsu makan turun. Pada kasus yang parah dapat ditemui leleran eksudat dari hidung, terdapat eksudat berbuih pada mata dan kadang sinus infraorbitalis mengalami pembengkakkan.
2. Korisa
Korisa dapat menyerang ayam layer maupun broiler, penyakit ini mudah menular dengan angka kematian 20 % dan kesakitan 100%. Pada ayam layer, penurunan produksi telur bisa mencapai 10-40%. Korisa disebabkan oleh bakteri Haemophilus paragallinarum. Ciri khas atau karakteristik korisa yaitu menyerang rongga hidung dan sinus infraorbitalis, sehingga menyebabkan terjadinya radang pada sinus, kebengkakan muka dan terjadi leleran hidung yang berbau khas (amis hingga busuk), kadang ditemukan eksudat serupa keju pada rongga hidung.

G.    Penyebab Gangguan Sistem Respirasi pada Ayam
Penyebab gangguan sistem pernapasan dibagi menjadi 2 faktor utama, non infeksius dan infeksius.
1.      Non infeksius
a.  Iklim dan cuaca
Fluktuasi suhu dan cuaca yang berubah-ubah dapat menyebabkan tingkat stres meningkat dan mengakibatkan gangguan pada saluran pernapasan. Suhu yang nyaman untuk ayam ialah 25-28OC dengan kelembaban 60-70%. Kelembaban udara < 50% akan menyebabkan membran mukosa saluran pernapasan termasuk sinus kering. Akibatnya aktivitas silia menjadi terhambat dan potensi masuknya debu maupun bibit penyakit meningkat. Sedangkan kelembaban yang terlalu tinggi dapat menaikkan konsentrasi amonia di udara dan memudahkan tumbuhnya jamur. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka penyakit pernapasan pun tak dapat dihindari.
b. Kualitas air minum
Peternakan yang menggunakan air minum dari air permukaan (sumur dengan kedalaman < 50 m, air sungai atau air danau), kemungkinan memiliki kualitas air yang rendah terutama jumlah bakteri Escherichia coli yang tinggi. Jika hal ini tidak disikapi dengan benar dapat menjadi faktor pendukung timbulnya penyakit colibacillosis, dimana predileksi penyakit ini juga dapat menyerang saluran pernapasan ayam. Hal inilah yang menjadi penyebab colibacillosis mudah menumpangi CRD dan korisa.
c. Kualitas pakan
Komposisi pakan yang tidak seimbang dapat memicu terjadinya penyakit pernapasan. Terutama kadar protein dan garam dalam pakan. Kelebihan protein kasar pada ransum akan disekresikan bersama feses sehingga kadar asam urat di feses meningkat. Akibatnya, asam urat tersebut akan diuraikan oleh bakteri ureolitik menjadi amonia. Begitu juga jika kadar garam tinggi yang akan memicu peningkatan konsumsi air minum sehingga feses menjadi lebih encer. Feses yang encer akan mempercepat pembentukan gas amonia.
d. Kualitas litter
Litter yang basah bisa menjadi tempat berakumulasinya gas-gas yang berbahaya bagi ayam, seperti amonia dan H2S. Kadar amonia yang dapat ditoleransi ayam adalah < 20 ppm (part per million atau 1:1 juta). Kadar amonia yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan sistem pernapasan diantaranya merusak silia dan produksi lendir berlebih, mengganggu gerakan silia bahkan dapat mengakibatkan iritasi konjungtiva mata.
2.      Infeksius 
Faktor infeksius juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, misalnya karena infeksi virus (AI, ND, IB dan ILT), bakteri (CRD dan korisa) dan cacing (cacing Syngamus trachea). Dibandingkan dengan kasus viral dan cacingan, penyakit pernapasan yang disebabkan bakteri paling sering terjadi di lapangan. Hal ini didukung data kejadian penyakit di lapangan, seperti pada tabel berikut.
H.    Penanganan Penyakit Pernapasan
Akibat yang ditimbulkan penyakit pernapasan dapat mempengaruhi produktivitas ayam, oleh karena itu penanganannya harus dilakukan dengan cepat dan tepat.
1. Penanganan saat terjadi kasus
a.  Identifikasi penyebab
Cari penyebab kasus penyakit pernapasan, karena faktor non infeksius (contoh ventilasi udara kurang atau kadar amonia terlalu tinggi) atau infeksi penyakit. Identifikasi yang salah berakibat pada penanganan yang salah. Hal inilah yang kadang menyebabkan kasus penyakit sulit diatasi. Pada kasus karena penyakit, juga harus dilakukan diagnosa secara cepat dan tepat. Hal tersebut terkait dengan pemilihan antibiotik yang sesuai untuk penanganan penyakit.
b.  Isolasi dan seleksi
Seleksi/ culling atau afkir ayam yang telah menunjukkan infeksi parah, hal ini lebih baik dilakukan untuk meminimalkan penyebaran atau penularan bibit penyakit antar ayam. Jika merasa sayang untuk diafkir, peliharalah di kandang isolasi.
c.   Pemberian antibiotik
Setelah diagnosa tepat dan telah diketahui penyebabnya, berikan antibiotik sesuai penyakit dan tingkat keparahan penyakit. Contohnya pada kasus CRD, jangan memberikan obat dari golongan penisillin, karena penisillin bekerja secara inhibisi (menghambat) pembentukan dinding sel sedangkan Mycoplasma tidak memiliki dinding sel. Pada kasus yang parah, pilih antibiotik dengan metode aplikasi suntikan untuk mempercepat penyembuhan penyakit. Vet Strep dapat menjadi antibiotik pilihan. Atau bisa juga dilakukan kombinasi pemberian antibiotik melalui air minum dan injeksi. Pilihan antibiotik yang dapat digunakan untuk pengobatan CRD dan korisa yaitu Proxan-C, Proxan-S, Neo Meditril, dll (pilih salah satu). Yang perlu diperhatikan pada saat pemberian obat adalah ketepatan pemilihan obat sesuai penyakit yang menyerang, ketepatan dosis, lama waktu kontak obat dan kualitas air minum.
d.  Pemberian vitamin
Terapi supportif dengan pemberian multivitamin contohnya Strong n Fit, Fortevit atau Vita Stress malam hari setelah pengobatan, diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi tubuh ayam.
e.  Perbaikan manajemen pemeliharaan dan biosekuriti dilakukan secara ketat
2. Penanganan untuk mencegah terjadinya kasus penyakit
Agar penyakit pernapasan karena faktor infeksius sekaligus non infeksius dapat dicegah perlu dilakukan program gabungan yang komprehensif yaitu :
a.       Lingkungan kandang nyaman
Ayam akan nyaman jika tatalaksana pemeliharaan ayam dilakukan dengan baik. Struktur kandang yang perlu diperhatikan agar ayam nyaman yaitu tipe dan ketinggian lantai kandang, bahan dan model atap, jarak antar kandang dan arah kandang. Jika struktur kandang telah dibangun dengan baik, kita akan dengan mudah mengatur hal-hal berikut:
1.      Suhu dan kelembaban
     Agar kondisi kandang nyaman, lakukan pengecekan suhu dan kelembaban dengan termohygrometer yang dipasang di tengah kandang. Atau dapat juga dilihat dari tingkah laku ayam, jika ayam aktif maka kondisi kandang telah nyaman.
2.      Kecepatan aliran angin
Penambahan exhaust fan atau blower dapat membantu sirkulasi udara. Dalam pemakaiannya harus memperhatikan arah dan kecepatan angin. Kecepatan aliran angin yang menerpa tubuh ayam tidak lebih dari 2,5-3 m/detik untuk ayam dewasa dan untuk ayam kecil (masa brooding) tidak boleh lebih dari 0,3-0,6 m/detik.
3.      Kontrol debu dan ammonia
Pilih bahan litter yang mudah menyerap air dan tidak menimbulkan debu. Sebelum bahan litter digunakan desinfeksi terlebih dahulu. Agar litter tidak mudah basah hati-hati saat penggantian air minum, periksa kondisi atap jangan sampai ada yang bocor terutama saat musim hujan, atur kepadatan kandang dan lakukan pembalikan litter atau penambahan litter baru.

4.      Kepadatan kandang
Kepadatan kandang yang berlebih akan meningkatkan kompetisi antar ayam dalam mendapatkan oksigen, ransum dan air minum. Oleh karenanya atur kapasitas kandang, jangan sampai berlebihan. Secara normal 1 m2 bisa digunakan untuk 6-8 ekor atau 15 kg berat badan ayam broiler dewasa.
b.      Program kesehatan
Karena tingkat kerugian akibat serangan korisa lumayan besar dan ayam yang pernah terserang bersifat carrier (pembawa), vaksinasi bisa menjadi pilihan sebagai tindakan pencegahan. Vaksinasi ayam layer dilakukan pada umur 6-8 minggu dan diulangi 16-18 minggu. Pada kondisi khusus misalnya ayam masih sering terserang pada masa produksi, vaksinasi dapat dilakukan 3 kali pada masa pullet (sebelum masuk masa produksi). Sedangkan vaksinasi ayam broiler pada umur 1-2 minggu. Akan lebih tepat bila jadwal vaksinasi disesuaikan dengan kondisi di peternakan setempat, paling lambat 3-4 minggu sebelum umur serangan penyakit (dapat diamati dari sejarah terjadinya penyakit di farm). Gunakan vaksin Medivac Coryza T Suspension, Medivac Coryza T Emulsion atau Medivac Coryza B.
Pemberian multivitamin disaat kondisi rawan (misalnya perubahan musim/ cuaca, saat pindah kandang, saat awal produksi atau puncak produksi) dapat meningkatkan kondisi tubuh ayam. Pemberian antibiotik saat terjadi kasus CRD atau korisa yang merebak di farm tetangga yang lokasinya berdekatan dengan farm kita dapat menjadi cleaning program (pemberian antibiotik sebagai usaha pencegahan).
c.       Biosekuriti
Sanitasi dan desinfeksi yang dilakukan secara rutin dapat mengurangi populasi bibit penyakit yang berada di sekitar ayam. Langkah-langkah biosekuriti yang dapat dilakukan yaitu :
1.      Pencucian dan desinfeksi peralatan kandang (tempat ransum, tempat minum) secara rutin
2.      Semprot kandang setiap 1-2 minggu sekali dengan menggunakan desinfektan seperti Antisep, Neo Antisep atau Zaldes. Saat terjadi kasus semprot kandang sebaiknya diperketat, hati-hati saat penyemprotan jangan mengenai larutan obat/vitamin
3.      Sanitasi air minum menggunakan Antisep, Neo Antisep atau Desinsep secara rutin dapat mencegah penularan penyakit melalui air minum, selain itu meminimalkan cemaran bakteri E. coli. Saat terjadi kasus CRD kompleks, sanitasi air minum dapat dilakukan malam hari setelah pengobatan
4.      Saat kontrol ayam sehari-hari, awali dari ayam berumur muda ke ayam tua. Hal ini untuk meminimalkan penularan penyakit terutama jika pemeliharaan ayam tidak menerapkan sistem all in all out pada farm broiler atau one age farming pada farm layer
5.      Pekerja kandang harus disiplin menggunakan alas kaki atau baju khusus untuk bekerja di farm, cuci tangan dan desinfeksi alas kaki saat akan pindah ke kandang lain
6.      Tamu asing yang tidak berkepentingan tidak diijinkan untuk memasuki areal kandang.









DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Penyakit Pernapasan yang tak Pernah Tuntas. http://info.medion.co.id/index.php/artikel/broiler/penyakit/penyakit-pernapasan. Diakses pada tanggal 05 Oktober 2010 pada pukul 13.02 WIB.
Campbell, N.A. 1999. BIOLOGI edisi kelima. Penerbit Erlangga, Jakarta
Drs. Foster dan Smith. 2007. Respiratory System of Birds: Anatomy and Physiology. http://www.edb.utexas.edu/petrosino/Legacy_Cycle/mf_jm/Challenge3/Pet%20Educatio-Birds.pdf. Diakses pada tanggal 05 Oktober 2010 pukul 15.15 WIB.
Diana. 2008. Sistem Respirasi. http://dhedia.wordpress.com/2008/05/23/sistem-respirasi/. Diakses pada tanggal 06Oktober 2010 pukul 12.30 WIB
Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. UGM Press. Yogyakarta
Irmaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi hewan. Kanisius.Yogyakarta.
Moreng, RE. and John SA. 1985. Poultry Science and Production. Resto    Publishing Company. Inc. pp. 135-161
Radiopoetro. 1988. Zoologi. Erlangga. Jakarta
Sembiring, P. 2009. Buku Ajar dan Penuntun Dasar Ternak Unggas. USU press,   Medan
Suprijatna, Edjeng. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Bogor..
Wiryadi. 2008. Sistem Respirasi. http://www.scribd.com/doc/22234288/SISTEM-RESPIRASI. Diakses pada tanggal 05 Oktober 2010 pukul 12.34 WIB.
Villee. 1989. Zoologi umum. Erlangga. Jakarta.





Pengikut